Nagan Raya – Bupati Nagan Raya yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda), Ir. H. Hizbulwatan, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Pelayanan Publik Pascabencana.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (Ipelmasra) Banda Aceh tersebut berlangsung di Aula Bappeda, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Senin (11/5/2026).
Dalam sambutannya, Plt. Sekda Hizbulwatan mengapresiasi Ipelmasra Banda Aceh yang telah menginisiasi forum diskusi tersebut sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap kondisi daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan pelayanan publik pascabencana.
Ia mengatakan, bencana yang melanda Kabupaten Nagan Raya beberapa waktu lalu telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun pelayanan dasar.
“Dalam situasi pascabencana, pelayanan publik menjadi salah satu aspek yang harus segera dipulihkan,” ungkapnya.
Menurut Hizbulwatan, pemerintah daerah dituntut untuk bergerak cepat, tepat, dan responsif agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, administrasi kependudukan, pendidikan, bantuan sosial, serta layanan dasar lainnya.
“Pemkab Nagan Raya terus berupaya melakukan percepatan pemulihan melalui koordinasi lintas sektor, optimalisasi sumber daya daerah, serta dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh,” jelasnya.
Ia menilai mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki kapasitas intelektual, semangat inovasi, dan perspektif kritis yang dapat memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah.
"Melalui forum diskusi ini, kami berharap akan lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan solusi konkret yang dapat menjadi bahan masukan bagi Pemkab Nagan Raya dalam memperkuat pelayanan publik di masa mendatang," harap Hizbul.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam Ipelmasra atas inisiasi kegiatan ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Ipelmasra Banda Aceh, Muhammad Irsal Muntazar, mengatakan persoalan penanggulangan bencana dan pascabencana saat ini menjadi problematika di sejumlah daerah di Aceh.
“Kami dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya berinisiatif untuk berdiskusi bersama para pihak terkait, seperti BPBD, Dinas Sosial, para kepala desa, LSM, maupun masyarakat. Kita akan berdiskusi dan mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin,” ujar Irsal.
Ia menambahkan, mahasiswa sebagai salah satu elemen kontrol sosial siap mengawal berbagai langkah yang telah dan akan dilakukan pemerintah dalam penanganan pelayanan publik pascabencana.
“Di sini kita bersama-sama berdiskusi untuk mencari solusi alternatif bersama para pihak terkait terhadap permasalahan yang dihadapi Pemkab Nagan Raya dalam optimalisasi pelayanan publik pascabencana,” jelasnya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Pelaksana BPBD, Irfanda Rinaldi, S.STP., serta Plt Kepala Dinas Sosial, Ali Munir, S.E., M.M.Ak., kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama.
FGD itu turut dihadiri Kapolres Nagan Raya, unsur lembaga swadaya masyarakat (LSM), mahasiswa, ASN dari perangkat daerah terkait serta tamu undangan lainnya.
Laporan : Sukma Afrizal

