BRIPKA AGUS SALIM: POTRET POLISI HUMANIS YANG RAWAT PASIEN TERLANTAR SEPERTI KELUARGA SENDIRI

Barsela24news.com
Bripka Agus Salim, Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan, Polres Lombok Timur, saat menemui Zaenudin pasien berusia sekitar 50 tahun. Selama tiga hari dirawat, tidak ada satu pun anggota keluarga yang datang menjenguk. Foto: (Ist)

Lombok Timur NTB, 13 Juni 2026 - Di ruang rawat Puskesmas Labuan Lombok, seorang pria paruh baya terbaring lemah. Tubuhnya membengkak, napasnya tersengal dibantu selang oksigen. Namanya Zaenudin, berusia sekitar 50 tahun. Selama tiga hari dirawat, tidak ada satu pun anggota keluarga yang datang menjenguk. Ia benar-benar sendiri.

Zaenudin menderita pembengkakan jantung. Penyakit itu menggerogoti tubuhnya hingga sulit beraktivitas. Informasi yang dihimpun menyebutkan Zaenudin merupakan warga asal Sumbawa yang lama menetap di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya. Tragisnya, sejak ia jatuh sakit, istrinya dikabarkan pergi meninggalkannya. Tidak ada anak, tidak ada saudara. Hanya perawat dan sesama pasien yang sesekali menyapa.

Kabar tentang pasien terlantar itu sampai ke Bripka Agus Salim, Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan, Polres Lombok Timur. Mendengar ada warganya yang membutuhkan uluran tangan, Bripka Agus tidak menunggu lama. Ia langsung bergegas ke puskesmas.

Di sana, ia tidak datang sebagai polisi dengan seragam dan pangkat. Ia datang sebagai manusia yang peduli. Ia duduk di sisi ranjang Zaenudin, mengajak bicara, mendengarkan keluh kesahnya, dan memastikan pasien tersebut tidak merasa sendirian. Bagi Zaenudin, kehadiran Bripka Agus sore itu mungkin lebih melegakan dari obat apa pun.

Tidak berhenti di kunjungan, Bripka Agus Salim bergerak cepat. Melihat kondisi Zaenudin yang membutuhkan penanganan lebih intensif, ia berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Labuan Lombok untuk segera merujuk pasien ke RSUD dr. R. Soedjono Selong. Ia ikut memastikan seluruh administrasi dan proses pemindahan berjalan lancar. Ia sendiri yang mendampingi Zaenudin dari puskesmas hingga masuk ke ruang perawatan RSUD Selong.

"Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai anggota Polri. Melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Apalagi ini menyangkut nyawa. Saat warga tidak berdaya dan tidak punya siapa-siapa, di situlah kami harus hadir," ungkap Bripka Agus Salim saat ditemui di sela mendampingi pasien.

Aksi Bripka Agus Salim ini mendapat apresiasi dari tenaga kesehatan Puskesmas Labuan Lombok. Menurut salah satu perawat, kepedulian anggota Bhabinkamtibmas sangat membantu meringankan beban mereka. "Kami fokus pada medis. Kehadiran Pak Agus sangat berarti untuk mengurus non-medis dan memberi dukungan moril ke pasien. Jarang ada yang mau seperti ini," ujarnya.

Apa yang dilakukan Bripka Agus Salim adalah cerminan dari program Polri yang Presisi dan humanis. Ia menerjemahkan tugas Bhabinkamtibmas bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir menyelesaikan masalah sosial di masyarakat. Ia membuktikan bahwa polisi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari warga binaannya, baik dalam suka maupun duka.

Saat ini Zaenudin sudah mendapatkan perawatan di RSUD Selong. Perjuangannya belum selesai, namun setidaknya ia tidak lagi berjuang sendirian. Bripka Agus Salim menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi Zaenudin.

Melalui rilis ini, pihak Puskesmas Labuan Lombok dan Bripka Agus Salim mengimbau kepada masyarakat yang mengenal keluarga atau kerabat Zaenudin untuk dapat segera menghubungi Puskesmas Labuan Lombok atau langsung ke Bripka Agus Salim, Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan. Uluran informasi dari masyarakat akan sangat berarti bagi proses penyembuhan Zaenudin.

Kisah Bripka Agus Salim menjadi bukti bahwa masih banyak anggota Polri di lapangan yang bekerja dengan hati dan integritas. Di tengah tugasnya yang kompleks, ia memilih untuk hadir dan menjadi harapan bagi mereka yang terlupakan. (BR)