Lombok Timur, NTB – Kasus dugaan kehilangan yang menimpa dua remaja, yakni Sudirman dan Majdi, kini sedang ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian di Polsek Selong. Berbagai fakta dan keterangan saksi mulai terungkap, mulai dari komunikasi tak wajar, waktu keberangkatan, hingga titik terakhir keberadaan mereka sebelum hilang kontak.
Kasus ini mulai terlihat adanya keterkaitan dengan komunikasi yang mencurigakan yang terjadi pada Kamis, (25/6/2026). Pukul 18.20 WITA, nomor yang tidak dikenal (087854830844) menghubungi ponsel milik Fadlan Anugrah Ramdian Syah (12 tahun), pelajar tamatan SD Negeri 1 Suryawangi, sebanyak dua kali. Karena nomor tersebut tidak tersimpan, panggilan itu tidak diangkat. Rasa penasaran membuat Fadlan berinisiatif menghubungi balik lewat pesan singkat WhatsApp bertuliskan “PP”, lalu mencoba menelepon namun tetap tidak dijawab. Ia kembali mengirim pesan yang sama sebanyak tiga kali, hingga akhirnya ada balasan yang terdengar tidak wajar.
Pemilik nomor asing itu membalas dengan sapaan “Yaaa sayang”. Terkejut, Fadlan bertanya balik “Mne knk Sik ilang ino”, namun dijawab kembali dengan nada akrab “Gihh sayhang dimana posisinya”. Fadlan pun menjawab singkat “Bsong aly”. Percakapan yang dianggap aneh ini kemudian diambil tangkapan layarnya dan disebarkan kepada keluarga. Dugaan muncul bahwa nomor tersebut memiliki keterkaitan dengan kasus hilangnya Sudirman, sehingga pada pukul 20.44 WITA, orang tua Fadlan, Abdul Hamid (43 tahun), dihubungi kembali oleh seorang wanita yang mengaku kerabat keluarga yang hilang untuk membahas penyelesaian masalah tersebut.
Sementara itu, penelusuran waktu keberangkatan dilakukan berdasarkan rekaman kamera pengawas. Diketahui bahwa Majdi dan Sudirman keluar dari rumah pada pukul 04.02 WITA. Menurut keterangan awal, keduanya berangkat dengan tujuan membantu mendorong sepeda motor jenis SPM merek Scoopy milik orang yang tidak dikenal, dengan menggunakan kendaraan milik Januar.
Jejak terakhir keberadaan Majdi diperoleh dari keterangan kekasihnya, Hana yang beralamat di Dasan Lekong. Ia mengaku dihubungi Majdi sebanyak dua kali sebelum akhirnya ponsel pemuda itu mati total dan tak bisa dihubungi lagi. Dalam komunikasi terakhir tersebut, Majdi sempat menyampaikan posisinya: pukul 06.00 WITa berada di sekitar Paok Pampang, dan sekitar pukul 07.00 WITA berada di wilayah Paok Motong.
Hingga saat ini, ibu kandung Sudirman, Sarimah, telah resmi melaporkan dugaan kehilangan anaknya ke Polsek Selong. Pihak kepolisian melalui Kanit Reskrim sedang mendalami seluruh keterangan yang ada, terutama memperjelas isi percakapan terakhir Majdi guna menelusuri jejak dan keberadaan kedua remaja tersebut. Penyelidikan terus dilakukan secara menyeluruh untuk mendapatkan fakta lengkap dan kejelasan nasib korban.
Menanggapi perkembangan kasus ini, Kasi Humas Polres Lombok Timur IPTU Lalu Rusmaladi, menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Lombok Timur, agar:
• Tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya atau berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Seluruh perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi melalui jalur komunikasi kepolisian.
• Lebih berhati-hati dalam menerima maupun merespons panggilan atau pesan dari nomor yang tidak dikenal, apalagi jika berisi percakapan yang mencurigakan, meminta informasi pribadi, atau berpotensi menyesatkan
• Meningkatkan pengawasan orang tua terhadap anak-anak dan anggota keluarga, serta selalu memastikan keberadaan dan tujuan perjalanan, terutama jika bergerak di luar rumah pada waktu-waktu yang kurang wajar.
• Turut berperan aktif membantu keamanan dan penyelidikan, dengan segera melapor ke kantor kepolisian terdekat apabila melihat atau mengetahui keberadaan kedua remaja tersebut, atau memiliki informasi yang berkaitan dengan kasus ini.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus bekerja secara profesional, teliti, dan menyeluruh demi menemukan keberadaan kedua remaja dan mengungkap fakta sebenarnya. Masyarakat diminta untuk tetap bersinergi dan mendukung kinerja kepolisian demi keamanan dan ketertiban wilayah bersama
Laporan : Bagoes
