Warga gampong Teupin Bayu nampak antusias ambil andil membersihkan saluran lingkungan/drainase. (Photo : Ist)
ACEH UTARA – Pemerintah Gampong Teupin Bayu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, terus berupaya memulihkan infrastruktur lingkungan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025. Salah satu langkah nyata yang kini dilakukan adalah normalisasi saluran drainase di sepanjang jalan utama gampong hingga ke seluruh lorong permukiman warga.
Kegiatan pembersihan drainase tersebut menjadi agenda prioritas Pemerintah Gampong Teupin Bayu pada tahun 2026. Program ini difokuskan untuk mengangkat endapan lumpur tebal yang mencapai sekitar 50 sentimeter dan telah menyumbat sebagian besar saluran air sejak banjir bandang melanda kawasan tersebut. Banjir juga pernah berdampak pada sejumlah gampong di Kecamatan Tanah Jambo Aye, termasuk Teupin Bayu.
Akibat tersumbatnya drainase, air hujan kerap meluap dan menggenangi rumah warga ketika curah hujan tinggi. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak fasilitas lingkungan jika tidak segera ditangani.
Geuchik Teupin Bayu, Zulfadhil, saat dihubungi media ini pada Jumat (26/6/2026), mengatakan bahwa program normalisasi drainase dibiayai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja.
“Pembersihan saluran ini kami kerjakan secara manual tidak menggunakan alat berat, Selain hasilnya lebih maksimal dan bersih, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kerja bagi warga yang saat ini masih merasakan dampak sulitnya ekonomi pascabanjir,” ujar Zulfadhil.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih terlihat dari tingginya antusiasme warga mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan tidak hanya kaum laki-laki, sejumlah perempuan juga turut serta membantu proses pembersihan drainase di berbagai titik gampong.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan pekerjaan dan sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan mereka. Karena itu, pemerintah gampong berupaya menghadirkan program yang tidak hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” tambahnya.
Proses normalisasi dilakukan dengan mengangkat lumpur, membersihkan semak dan sampah yang menyumbat aliran air, serta memperlancar kembali fungsi drainase yang selama ini terganggu akibat sedimentasi pascabanjir. Dengan drainase yang bersih, diharapkan air hujan dapat mengalir lebih lancar dan risiko terjadinya genangan maupun banjir di kawasan permukiman dapat diminimalkan.
Zulfadhil berharap program tersebut memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Teupin Bayu. Ia menilai keberadaan saluran drainase yang berfungsi dengan baik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan lingkungan masyarakat.
“Kami berharap setelah drainase ini bersih, air dapat mengalir dengan lancar saat hujan turun sehingga rumah-rumah warga tidak lagi tergenang. Ini adalah upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman,” katanya.
Di akhir keterangannya, Geuchik Zulfadhil juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan saluran drainase yang telah dibersihkan. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah gampong, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga.
“Jangan membuang sampah ke dalam saluran air. Mari kita rawat bersama fasilitas yang sudah dibersihkan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh masyarakat Teupin Bayu,” pungkasnya. (Adv/alman)
