Kecelakaan Tragis di Praya Timur, Pengendara Motor Tewas Usai Terlibat Tabrakan dengan Truk Tangki Air, Warga Soroti Tumpukan Kayu di Pinggir Jalan

Barsela24news.com

Lombok Tengah, NTB – Suasana duka menyelimuti Dusun Rentang, Desa Jero Puri, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, setelah terjadi kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor pada Selasa (30/6/2026).

Korban diketahui bernama Sumarta Wijaya (46), yang akrab disapa Amaq Ardi, warga Dusun Batu Galang, Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk tangki pengangkut air.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, sebelum insiden nahas itu terjadi korban diduga berusaha menghindari tumpukan kayu yang berada di bahu jalan. Tumpukan kayu tersebut disebut-sebut memakan sebagian badan jalan sehingga ruang gerak kendaraan menjadi lebih sempit. Saat berusaha menghindari hambatan tersebut, sepeda motor yang dikendarai korban kemudian bersenggolan dengan truk tangki air yang sedang melintas. Akibat benturan itu, korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Usai kejadian, sopir truk tangki dilaporkan meninggalkan lokasi. Menurut informasi yang dihimpun dari warga, sopir diduga menghindari amukan massa yang mulai berdatangan ke lokasi setelah kecelakaan terjadi. Truk tangki ditinggalkan di lokasi, sementara keberadaan sopir masih belum diketahui.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Praya Timur AKP Sri Bagyo bersama personel Polsek Praya Timur dan Camat Praya Timur segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek juga mengajak masyarakat setempat untuk bergotong royong memindahkan tumpukan kayu yang berada di pinggir jalan. Kegiatan tersebut turut melibatkan personel Babinsa bersama anggota Koramil Praya Timur, aparat desa, dan warga sekitar.

Menurut Kapolsek, keberadaan tumpukan kayu di bahu jalan sangat berpotensi membahayakan pengguna jalan karena mempersempit ruang lalu lintas.

"Kami mengimbau masyarakat Dusun Rentang agar tidak lagi menaruh atau menumpuk kayu di pinggir jalan. Jalan yang semula cukup lebar menjadi sempit akibat tumpukan kayu yang tidak tertata, sehingga dapat membahayakan pengguna jalan dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan," tegas AKP Sri Bagyo di lokasi kejadian.

Sebelum aparat menuju lokasi kecelakaan, puluhan warga Desa Semoyang terlebih dahulu mendatangi Mapolsek Praya Timur untuk melaporkan peristiwa tersebut. Kedatangan mereka juga bertujuan memperoleh kepastiannya mengenai keberadaan sopir truk yang hingga saat itu belum ditemukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada kehati-hatian pengendara, tetapi juga pada kondisi lingkungan jalan yang aman dan bebas dari berbagai hambatan. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, sementara pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap kecelakaan tersebut serta mencari keberadaan sopir truk tangki.

Laporan: Jamiri/Tim Loteng