Barsela24news.com | Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menghadapi gejolak di pucuk kepemimpinan. Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026), hanya sekitar satu setengah bulan setelah dipercaya memimpin lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengunduran diri tersebut disampaikan setelah Nanik berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Alasan yang disampaikan adalah kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Pemerintah menyatakan Presiden telah menerima pengunduran diri tersebut dan meminta Nanik tetap memberikan kontribusi sebagai pengawas apabila Dewan Pengawas BGN dibentuk.
Mundurnya Nanik kembali memunculkan sorotan terhadap stabilitas kepemimpinan BGN. Pergantian pimpinan dalam waktu yang relatif singkat dinilai berpotensi memengaruhi proses konsolidasi lembaga, terlebih Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang menyerap anggaran negara sangat besar dan masih menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya.
Selama menjabat, Nanik mengklaim telah melakukan evaluasi terhadap ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang dinilai telah jenuh, serta menemukan ratusan SPPG bermasalah yang disebut berpotensi menimbulkan kerugian negara apabila tidak segera dibenahi.
Meski demikian, pengunduran dirinya memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan berbagai langkah pembenahan tersebut. Publik kini menunggu kepastian siapa figur yang akan dipercaya memimpin BGN agar pelaksanaan Program MBG tetap berjalan sesuai target tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum mengumumkan nama pengganti definitif Kepala BGN. Di tengah besarnya ekspektasi publik terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, pergantian kepemimpinan ini dipastikan menjadi tantangan baru bagi pemerintah dalam menjaga efektivitas, akuntabilitas, dan kesinambungan program strategis nasional tersebut. (Red)
