Lombok Timur, NTB — Musibah kebakaran kembali melanda lingkungan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Asrama MA Mu'alimin NW Anjani, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, pada Minggu (23/8/2026) malam. Sekitar pukul 21.21 WITA, pihak berwenang menerima laporan dari Layanan Darurat 110 terkait menjulangnya api di asrama santri, yang memicu kepanikan di lingkungan pondok pesantren setempat.
Menyusul laporan tersebut, Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., langsung turun ke lokasi untuk meninjau langsung situasi dan memantau penanganan kebakaran di tempat kejadian.
Tak menunggu lama, Tim Pemadam Kebakaran Lombok Timur segera dikerahkan ke lokasi dengan 4 unit kendaraan pemadam, tiba di tempat kejadian sekitar pukul 21.30 WITA dan langsung melakukan operasi pemadaman secara intensif. Petugas bekerja bahu-membahu bersama warga sekitar yang turut membantu berupaya mencegah api menjalar ke bangunan lain di kompleks pesantren tersebut. Berkat kerja sama yang cepat dan padu, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, kebakaran menghanguskan 3 ruangan asrama, yaitu Ruang A, Ruang B, dan Ruang C yang merupakan asrama kelas XI MA Mu'alimin NW Anjani. Sementara itu, penyebab awal kebakaran diduga kuat berasal dari gangguan arus pendek listrik atau korsleting. Beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar dengan sejumlah perlengkapan santri dan fasilitas asrama ikut terbakar.
Di lokasi, Kapolres Lombok Timur tidak hanya meninjau, tetapi juga memberikan arahan sekaligus himbauan kepada seluruh masyarakat dan pengelola bangunan.
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, pengurus pondok pesantren, sekolah, maupun pengelola bangunan lainnya untuk secara rutin melakukan pengecekan instalasi listrik. Pastikan kabel dan peralatan listrik dalam kondisi baik dan memenuhi standar keselamatan, guna mencegah terulangnya musibah serupa. Jangan remehkan tanda-tanda kerusakan listrik seperti kabel panas, bau terbakar, atau sering putus arus, segera perbaiki sebelum terlambat," tegas Kapolres.
Beliau juga mengapresiasi kecepatan penanganan dan kerja sama antara petugas damkar, kepolisian, serta warga yang saling bahu-membahu sehingga api dapat dipadamkan dengan cepat dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Saat ini, aparat kepolisian telah mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi untuk mengumpulkan alat bukti serta memeriksa para saksi guna memastikan penyebab pasti kebakaran dan mendata total kerugian yang dialami. Semoga musibah ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk senantiasa waspada terhadap kelistrikan dan segera dapat ditangani bersama demi pemulihan fasilitas pendidikan tersebut.
Laporan : Bagoes
