Barsela24news.com | Jakarta — Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan taringnya. Aktivitas vulkanik di kawasan Selat Sunda meningkat dan erupsi masih menjadi perhatian serius pada Minggu, 6 September 2026.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada pukul 07.10 WIB. Erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan berlangsung sekitar 16 detik.
Aktivitas ini bukan kejadian tunggal. Sebelumnya, erupsi menerus dilaporkan sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, disertai fenomena lava fountain, suara gemuruh dan dentuman yang dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda.
ABU VULKANIK MULAI JADI MASALAH
Erupsi Anak Krakatau kini bukan lagi sekadar tontonan dari kejauhan. Abu vulkanik telah menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, penerbangan dan kesehatan.
BMKG menyatakan pemantauan dampak erupsi dilakukan secara intensif. Laporan terbaru bahkan menyebut gangguan penerbangan terjadi akibat sebaran abu vulkanik, termasuk ratusan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang terdampak.
JANGAN MENDEKAT — RADIUS 3 KM TERLARANG
PVMBG mengingatkan masyarakat, wisatawan maupun pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Pesannya jelas: jangan mencoba menjadi penonton terlalu dekat ketika gunung sedang menunjukkan aktivitasnya.
Anak Krakatau memang bukan Krakatau 1883. Namun sejarah menunjukkan bahwa kawasan ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Karena itu, kewaspadaan harus berjalan lebih cepat daripada kepanikan.
PEMERINTAH DIMINTA JANGAN LENGAH
Erupsi yang berlangsung berulang dan dampaknya terhadap penerbangan serta aktivitas masyarakat menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan.
Informasi mengenai arah sebaran abu, kondisi penerbangan, keselamatan pelayaran, kesehatan masyarakat serta perkembangan aktivitas vulkanik harus disampaikan secara cepat, terbuka dan konsisten.
Anak Krakatau sedang berbicara melalui dentuman dan letusannya.
Redaksi
