Barsela24news.com | Lombok Tengah, 6 September 2026 — Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti kompleks Yayasan Pendidikan Darussalam Batunyala, Lombok Tengah, Minggu (6/9/2026).
Ratusan warga Desa Batunyala, jamaah pengajian, serta para wali santri program Qiroati dan Tahfiz memadati lokasi untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, meriah, dan sarat pesan keagamaan. Gema selawat serta lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan para santri menambah kekhusyukan sekaligus menjadi gambaran dari proses pembinaan keagamaan yang berlangsung di lingkungan Yayasan Darussalam Batunyala.
Tokoh Agama dan Politik Hadir Membaur
Peringatan Maulid Nabi kali ini juga semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah tokoh agama, alim ulama, serta Tuan Guru yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat.
Sejumlah figur politik daerah juga tampak hadir dan membaur bersama jamaah. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB dari Partai Gerindra, H. Lalu Wirajaya, S.Sos., serta Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Hermandi.
Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap keberadaan lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Yayasan Darussalam Batunyala sendiri terus mengembangkan peran di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda, khususnya melalui program Qiroati dan Tahfiz Al-Qur'an.
Bukan Sekadar Seremonial
Salah satu tokoh pemuda Lombok Tengah sekaligus Wakabiro Barsela24News, Mustakim Togok, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Maulid Nabi tersebut.
Menurutnya, momentum Maulid seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat untuk terus memperkuat pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.
“Peringatan Maulid hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi bukti nyata bagaimana Yayasan Darussalam Batunyala tumbuh menjadi salah satu bagian penting dalam mencetak generasi Qur’ani yang tangguh di Lombok Tengah,” ujar Mustakim.
Ia menilai keberadaan program Qiroati dan Tahfiz menjadi salah satu langkah penting dalam membangun fondasi keagamaan anak-anak sejak usia dini.
“Melalui pembelajaran Qiroati dan program Tahfiz Al-Qur'an yang terarah, anak-anak kita tidak hanya diajarkan membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga dibimbing untuk memiliki akhlakul karimah dan kecintaan terhadap ajaran Rasulullah SAW,” katanya.
Pendidikan Agama sebagai Investasi Generasi
Mustakim juga mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan agama anak di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Menurutnya, pendidikan formal penting, namun harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan spiritualitas.
“Bagi para orang tua dan wali santri, pendidikan agama merupakan investasi jangka panjang. Anak-anak harus dipersiapkan bukan hanya agar cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan keteguhan spiritual dalam menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Semangat tersebut terlihat dari penampilan para santri yang turut mengisi rangkaian kegiatan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan selawat Nabi.
Suasana semakin menggetarkan ketika jamaah bersama-sama melantunkan selawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Harapan untuk Darussalam Batunyala
Dukungan berbagai elemen masyarakat dan kehadiran tokoh daerah dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi energi positif bagi perkembangan Yayasan Darussalam Batunyala.
Tidak hanya dalam penguatan program keagamaan, tetapi juga dalam peningkatan kualitas pendidikan, sarana dan prasarana, serta pengembangan kapasitas para santri.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H akhirnya ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keberkahan bagi masyarakat Desa Batunyala, serta kelancaran proses pendidikan bagi seluruh santri dan asatidz Yayasan Darussalam.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sosial dan politik, gema Maulid dari Batunyala kembali mengingatkan satu hal penting: membangun masa depan daerah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus membangun manusia dan akhlaknya. (BM)
