Barsela24news.com | Pontianak, 10 September 2026 — Hilangnya AR (60), seorang Ketua RT di Pontianak, selama tiga hari sempat membuat keluarga dan warga diliputi kecemasan. Berbagai dugaan pun bermunculan, mulai dari kemungkinan mengalami musibah hingga kekhawatiran menjadi korban tindak kejahatan.
Namun, setelah dilakukan pencarian, AR akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat walafiat. Yang membuat warga terkejut, pria tersebut ternyata berada di rumah seorang perempuan yang diketahui berstatus janda.
Kisah tersebut semakin menarik perhatian karena AR mengaku dirinya berada di rumah itu bukan karena sengaja mendatangi sang penghuni rumah, melainkan akibat kabut asap tebal yang membuat jarak pandangnya terganggu.
Dalam kondisi jarak pandang terbatas, AR mengaku kehilangan arah hingga akhirnya salah masuk ke sebuah rumah. Bukannya langsung menyadari kesalahan dan kembali pulang, ia justru berada di rumah tersebut hingga beberapa hari.
Saat ditemui, AR bahkan melontarkan pengakuan yang membuat suasana menjadi cair.
“Asap tebal, saya salah rumah… eh, betah!” ujarnya.
Menurut cerita AR, dirinya mendapat sambutan yang cukup baik selama berada di rumah tersebut. Ia disuguhi kopi hangat dan makanan. Kondisi itu membuat suasana yang semula tidak disengaja berubah menjadi cukup nyaman baginya.
AR pun kembali melontarkan candaan yang membuat warga semakin geli.
“Enggak banyak tanya, enggak nyuruh-nyuruh… beda sama rumah saya,” kelakarnya.
Pernyataan tersebut tentu saja membuat cerita hilangnya AR selama tiga hari semakin ramai diperbincangkan. Sebab, keluarga sebelumnya berada dalam kondisi cemas karena tidak mengetahui keberadaan pria berusia 60 tahun tersebut.
Bagi sang istri, yang paling penting adalah suaminya telah ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, rasa lega tersebut bercampur dengan rasa kesal dan syok setelah mengetahui lokasi sang suami selama tiga hari.
“Ikhlas sih ikhlas, tapi kok jauh amat nyasarnya?” tutur sang istri.
Ucapan tersebut menggambarkan perasaan campur aduk yang dirasakan keluarga. Di satu sisi, mereka bersyukur AR kembali dalam keadaan sehat. Di sisi lain, sulit bagi keluarga untuk tidak mempertanyakan bagaimana seorang Ketua RT bisa sampai berada di rumah seorang janda selama tiga hari.
Yang tak kalah menggelitik datang dari anak AR. Alih-alih memarahi sang ayah, ia justru memberikan pesan yang disampaikan dengan nada bercanda.
“Lain kali kalau nyasar, nyasar aja ke ATM, jangan ke rumah janda,” ujarnya.
Kalimat tersebut sontak mengundang tawa dan menjadi bagian paling menggelitik dari kisah tersebut.
Sementara itu, AR sendiri disebut belum langsung memberikan kepastian kapan akan kembali sepenuhnya ke rumah. Ia beralasan akan pulang ketika kabut asap sudah menghilang dan ketika “hati sudah siap.”
Pernyataan terakhir tersebut kembali membuat warga bertanya-tanya sekaligus tertawa. Pasalnya, jika persoalannya hanya kabut asap, warga tentu berharap AR segera kembali setelah kondisi udara membaik.
Namun, frasa “kalau hati sudah siap” justru membuka ruang tafsir dan menjadi bahan candaan baru di tengah masyarakat.
Terlepas dari segala kelucuan yang muncul, hilangnya seseorang selama tiga hari tetap bukan perkara sepele. Keluarga tentu mengalami kecemasan sebelum akhirnya mengetahui bahwa AR berada dalam keadaan selamat.
Kejadian ini juga berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang membuat jarak pandang dan aktivitas masyarakat di Pontianak terganggu. Kabut asap yang seharusnya menjadi persoalan serius terkait keselamatan dan kesehatan justru melahirkan cerita unik yang kemudian menjadi hiburan bagi warga.
Kini AR telah ditemukan dalam keadaan sehat walafiat. Kekhawatiran keluarga pun berakhir.
Namun, satu teka-teki masih menjadi bahan perbincangan warga:
Kalau benar-benar hanya salah rumah karena kabut asap, mengapa sampai tiga hari? Dan kalau memang sudah menemukan jalan pulang, apa yang membuat Pak AR memilih menunggu sampai “hati siap”?
Jawabannya tentu hanya AR yang tahu.
Redaksi
