Barsela24news.com | Lombok Barat NTB, 4 September 2026 — Nama Ni Made Ayu Puji Ningsih, SE mulai menjadi perhatian masyarakat Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Perempuan muda yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus penggerak UMKM tersebut menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam pembangunan desa melalui kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suranadi 2026.
Berbekal pengalaman di dunia usaha, organisasi, serta aktivitas kemasyarakatan, Made Ayu melihat pembangunan desa tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Pengalamannya sebagai Ketua PPS Desa Suranadi menjadi salah satu bagian dari perjalanan pengabdiannya di tengah masyarakat. Dari pengalaman tersebut, ia semakin memahami pentingnya tanggung jawab, komunikasi, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan desa.
Fokus pada UMKM dan Ekonomi Masyarakat
Sebagai pengusaha muda, perhatian Made Ayu terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu gagasan yang ingin terus dikembangkan.
Menurutnya, UMKM memiliki posisi penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa. Karena itu, pemberdayaan pelaku usaha lokal, peningkatan kapasitas, pemasaran, serta penguatan kemandirian ekonomi masyarakat dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Baginya, desa yang maju bukan hanya dilihat dari pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakatnya mampu tumbuh secara ekonomi.
Perhatian tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmennya untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa. Made Ayu meyakini perempuan tidak hanya memiliki peran dalam keluarga, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil bagian dalam bidang sosial, ekonomi, organisasi, dan pemerintahan desa.
Mendapat Dukungan Penuh Keluarga
Keputusan Ni Made Ayu Puji Ningsih untuk mengikuti kontestasi Pilkades Desa Suranadi 2026 juga mendapat dukungan dari keluarga.
Sang ayah, I Nyoman Sumadi Yasa, menyatakan dukungannya terhadap langkah putrinya untuk mengambil bagian dalam proses demokrasi di tingkat desa.
Dukungan tersebut menjadi energi tersendiri bagi Made Ayu dalam menjalani proses menuju Pilkades Suranadi.
Made Ayu merupakan anak pertama dari pasangan I Nyoman Sumadi Yasa dan Ni Nyoman Suartini. Sebagai perempuan yang lahir dan tumbuh di Desa Suranadi, dirinya memiliki kedekatan emosional dengan tanah kelahirannya.
Kedekatan tersebut pula yang mendorongnya untuk tidak sekadar menjadi bagian dari masyarakat, tetapi berupaya memberikan kontribusi lebih besar bagi kemajuan desa.
Bukan Sekadar Jabatan, Tetapi Pengabdian
Bagi Made Ayu, keputusan mengikuti kontestasi Pilkades bukan semata-mata tentang mengejar jabatan. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bentuk keinginan untuk mengabdikan diri dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Desa Suranadi.
“Mengabdi untuk desa, dari tanah kelahiran untuk Desa Suranadi yang lebih baik.”
Kalimat tersebut menjadi semangat yang ingin dibawanya dalam perjalanan menuju Pilkades Desa Suranadi 2026.
Dengan pengalaman organisasi, dunia usaha, kepedulian terhadap UMKM, serta perhatian terhadap pemberdayaan perempuan, Made Ayu berharap dapat menawarkan gagasan dan energi baru bagi masyarakat.
Kontestasi Pilkades Suranadi 2026 pada akhirnya diharapkan menjadi momentum demokrasi yang memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menentukan pilihan secara objektif.
Bukan semata karena popularitas, tetapi berdasarkan visi, rekam jejak, kapasitas, integritas, serta komitmen calon dalam membangun dan mengabdi untuk Desa Suranadi.
Bagi Ni Made Ayu Puji Ningsih, tanah kelahiran bukan sekadar tempat untuk pulang. Tanah kelahiran adalah tempat untuk mengabdi dan memberikan sesuatu yang berarti.
(MWR)
