Situs Bersejarah Kerajaan Pejanggik Dipadati Warga, Rangkaian Acara Nede Roah dan Maulid Nabi Berlangsung Meriah

Barsela24news.com

LOMBOK TENGAH, 9 September 2026 – Rangkaian acara adat Nede Roah Bale Beleq Pejanggik yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sukses digelar sejak tanggal 7 hingga 9 September 2026. Acara yang berpusat di halaman Bale Beleq, Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah ini berlangsung meriah dan dipadati oleh ribuan warga, baik dari dalam maupun luar daerah.

Bale Beleq Pejanggik yang menjadi lokasi utama acara ini merupakan situs cagar budaya penting yang sarat sejarah, karena dahulunya merupakan tempat tinggal Raja Kerajaan Pejanggik. Kehadiran masyarakat yang antusias mencerminkan kuatnya ikatan emosional dan penghormatan warga terhadap warisan leluhur Lombok.

Rangkaian perayaan tahun ini diisi dengan perpaduan apik antara pelestarian tradisi adat Sasak dan syiar keagamaan. Beberapa agenda utama yang menjadi daya tarik meliputi :

1. Pagelaran Wayang Kulit : Pertunjukan seni budaya tradisional Sasak yang membawa pesan moral dan filosofi hidup.

2. Pepaosan : Ritual pembacaan naskah atau manuskrip kuno di atas daun lontar yang berisi tuntunan hidup bernilai religius.

3. Praje (Khitanan Massal) : Prosesi sosial khitanan massal yang dikemas dengan arak-arakan budaya khas untuk menghibur anak-anak peserta khitan.

4. Ikromul Yatim, Selakaran, dan Istigosah : Agenda kemanusiaan berupa santunan anak yatim, pembacaan selawat, serta doa bersama untuk memohon keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Di tengah padatnya arus warga dan tamu undangan yang hadir, Sekretaris Desa (Sekdes) Pejanggik, Ilham, yang ditemui langsung di lokasi acara tampak sibuk mengoordinasikan jalannya kegiatan bersama tokoh dan pemuda demi memastikan kenyamanan masyarakat yang datang.

Karena dedikasinya melayani warga di lapangan, Ilham belum sempat diwawancarai secara mendalam mengenai detail teknis acara. Kendati demikian, di sela-sela kesibukannya, ia menyempatkan diri untuk menyapa para awak media dan menyampaikan apresiasinya.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan dukungan dari sahabat-sahabat media yang telah bersedia meliput dan mempublikasikan kegiatan budaya dan keagamaan di Desa Pejanggik ini," ujar Ilham singkat sebelum kembali berbaur untuk melayani warga.

Acara tahunan ini diharapkan dapat terus konsisten terlaksana sebagai upaya merawat ingatan sejarah Kerajaan Pejanggik, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan nilai gotong royong di tengah masyarakat Lombok Tengah.

Laporan: Tim Loteng