Air PDAM Lombok Timur Tersendat, Masyarakat Resah! Debit Air Turun 65 Persen, Direksi Diminta Pastikan Solusi

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Lombok Timur NTB, 25 Oktober 2026 — Terganggunya pelayanan air bersih di Kabupaten Lombok Timur menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian segera. Di tengah kebutuhan air bersih yang terus berjalan, masyarakat dihadapkan pada distribusi air yang tidak lancar. Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi pelanggan yang mengandalkan layanan PDAM untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Air bersih bukan fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika aliran air tersendat, aktivitas memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga kebersihan lingkungan ikut terganggu. Karena itu, persoalan ini tidak cukup dijawab dengan penjelasan teknis, tetapi harus disertai langkah penanganan yang jelas dan terukur.

Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, dalam keterangannya pada awal Oktober 2026 menjelaskan bahwa pihaknya melakukan rekayasa jaringan untuk mempertahankan pelayanan kepada masyarakat di tengah penurunan debit sejumlah sumber mata air.

Ia menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat Kota Selong dan sekitarnya tetap diupayakan berjalan, meskipun belum sepenuhnya normal.

Selain itu, debit dari 24 sumber mata air yang dikelola PDAM dilaporkan mengalami penurunan rata-rata sekitar 65 persen akibat kondisi kekeringan.

Penurunan debit tersebut menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan distribusi air bersih. Namun, kondisi itu belum dapat dipastikan sebagai satu-satunya penyebab gangguan yang kini dikeluhkan pelanggan di berbagai wilayah Lombok Timur.

Gangguan distribusi air di sejumlah wilayah Lombok Timur perlu mendapatkan perhatian serius. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai penyebab aliran air yang tersendat, wilayah yang terdampak, serta kapan pelayanan diperkirakan kembali normal.

Apakah persoalan tersebut disebabkan oleh penurunan debit sumber air, gangguan pompa, kerusakan jaringan pipa, atau ketidakseimbangan distribusi? Pertanyaan ini perlu dijawab berdasarkan pemeriksaan teknis dan keterangan resmi PDAM.

Jika keterbatasan debit air memang menjadi faktor utama, PDAM perlu menjelaskan pola distribusi yang diterapkan serta langkah untuk memastikan pelanggan tetap memperoleh pasokan secara adil.

Jangan sampai masyarakat terus berada dalam ketidakpastian tanpa informasi yang memadai mengenai jadwal aliran air dan perkembangan penanganan gangguan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur perlu memastikan bahwa gangguan pelayanan air bersih ditangani secara serius. Evaluasi terhadap kondisi sumber air, kapasitas jaringan, kinerja pompa, serta sistem distribusi perlu dilakukan secara berkala.

Apabila gangguan berlangsung berkepanjangan, distribusi air alternatif menggunakan mobil tangki bagi wilayah yang paling terdampak patut dipertimbangkan.

Pelayanan publik tidak cukup diukur dari upaya yang dilakukan pengelola, tetapi juga dari kepastian informasi dan hasil yang dirasakan masyarakat.

Masyarakat berhak mendapatkan informasi terbuka mengenai kondisi pelayanan air bersih. Karena itu, Direktur Utama PDAM Lombok Timur perlu memberikan penjelasan terbaru mengenai situasi distribusi air di wilayah pelayanannya.

Penjelasan tersebut setidaknya mencakup penyebab gangguan, wilayah terdampak, langkah penanganan, serta target pemulihan pelayanan.

Redaksi membuka ruang bagi PDAM Lombok Timur untuk memberikan klarifikasi serta menyampaikan perkembangan penanganan terbaru kepada masyarakat.

Keresahan masyarakat harus dijawab dengan tindakan nyata. Jika terjadi gangguan, pelanggan membutuhkan kepastian kapan air kembali mengalir, bukan sekadar penjelasan bahwa pelayanan sedang mengalami kendala.

PDAM Lombok Timur perlu memastikan setiap gangguan ditangani secara transparan, sementara pemerintah daerah berkewajiban mengawasi agar masyarakat tidak terus menanggung dampaknya tanpa kepastian penyelesaian.

Laporan: Bagoes