Hari Kelimanl Banjir Aceh Selatan: 756 Jiwa Terdampak, 161 Waga Mengungsi, Tim PDB Terus Lakukan Evakuasi

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Aceh Selatan – Memasuki hari kelima, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan belum sepenuhnya surut. Berdasarkan laporan Posko Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) Kabupaten Aceh Selatan, sebanyak 756 jiwa tercatat terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 161 jiwa atau 43 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan banjir masih membutuhkan perhatian serius, terutama dalam memastikan keselamatan masyarakat yang berada di wilayah terdampak dan kawasan rawan genangan.

Tim Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) yang melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, serta pihak terkait terus bergerak melakukan evakuasi, pemantauan kondisi lapangan, dan penanganan terhadap warga terdampak.

Kepala Data, Informasi dan Humas Posko Komando Kabupaten Aceh Selatan, Dicki Ichwan, S.STP., Minggu (1/11/2026), menyampaikan bahwa berdasarkan laporan terbaru Posko PDB, jumlah warga terdampak mencapai 756 jiwa.

“Secara keseluruhan terdapat 756 jiwa masyarakat yang terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 161 jiwa atau 43 kepala keluarga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sementara masyarakat terdampak lainnya masih berada di rumah masing-masing dan terus dalam pemantauan petugas,” jelas Dicki.

Ia mengatakan, kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Sejumlah wilayah masih mengalami genangan, bahkan di beberapa titik ketinggian air kembali meningkat.

Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan evakuasi dengan memprioritaskan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, lanjut usia, serta kelompok rentan lainnya.

Masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti setiap informasi maupun arahan petugas. Warga juga diminta tidak memaksakan diri bertahan di rumah apabila ketinggian air terus meningkat dan kondisi sudah membahayakan keselamatan.

Apabila situasi memburuk, warga diharapkan segera mengikuti arahan evakuasi dan menuju tempat yang telah dinyatakan aman.

Memasuki hari kelima bencana, perhatian tidak hanya tertuju pada proses evakuasi, tetapi juga pada kesiapan logistik, kebutuhan dasar pengungsi, layanan kesehatan, serta perlindungan kelompok rentan.

Pemerintah daerah bersama seluruh unsur penanganan bencana diharapkan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi, termasuk ketersediaan makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat pengungsian yang layak.

Di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya pulih, sinergi TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan darurat.

Keselamatan warga harus tetap menjadi prioritas utama. Jangan sampai masyarakat yang terdampak banjir harus menghadapi persoalan baru akibat lambatnya penanganan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.

Laporan: Hartini