MATARAM, NTB – Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Mataram, Akbar Rumi, menyatakan dukungan terhadap Polres Mataram untuk mengambil peran aktif dan berada di garda terdepan dalam memberantas kenakalan remaja yang semakin mengarah pada tindakan kriminal, khususnya aksi kekerasan jalanan yang berujung pada pembacokan.
Menurut Akbar Rumi, fenomena kenakalan remaja yang berkembang menjadi aksi kekerasan bukan lagi persoalan biasa. Ketika senjata tajam dijadikan alat untuk mengintimidasi, melukai, bahkan mengancam nyawa orang lain, maka persoalan tersebut telah memasuki ranah kriminalitas yang membutuhkan penanganan serius dan terukur.
Kami mendukung Polres Mataram untuk mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk aksi kekerasan jalanan. Jangan sampai Kota Mataram menjadi ruang yang menakutkan bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang ingin beraktivitas, belajar, dan menjalani kehidupan dengan aman, tegas Akbar Rumi.
Ia menilai, aparat kepolisian tidak boleh hanya bergerak setelah jatuhnya korban. Upaya pencegahan harus diperkuat melalui patroli rutin, pemetaan wilayah rawan, penindakan terhadap pelaku pembawaan dan penggunaan senjata tajam secara melawan hukum, serta pengawasan terhadap kelompok-kelompok remaja yang berpotensi terlibat dalam aksi kekerasan.
Lebih jauh, Akbar rumi menegaskan bahwa pemberantasan kenakalan remaja tidak bisa dibebankan kepada kepolisian semata. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.
Sebagai organisasi kaderisasi pelajar, PC IPNU Kota Mataram memandang bahwa generasi muda harus diarahkan pada kegiatan yang produktif, pendidikan karakter, penguatan nilai keagamaan, serta ruang-ruang kreativitas dan kepemimpinan.
Jangan biarkan masa depan generasi muda ditentukan oleh kelompok yang menjadikan kekerasan sebagai identitas. Anak-anak muda seharusnya membawa gagasan, bukan senjata tajam. Seharusnya berlomba dalam prestasi, bukan saling melukai di jalanan, lanjutnya.
Akbar juga mendorong Polres Mataram agar membangun pendekatan yang seimbang antara penegakan hukum, pencegahan, dan pembinaan. Terhadap pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana, proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan dan hak-hak anak apabila pelakunya masih di bawah umur.
Kota Mataram membutuhkan rasa aman, bukan ketakutan. Kami berharap Polres Mataram hadir bukan hanya ketika masyarakat sudah menjadi korban, tetapi juga memastikan potensi kekerasan dapat dicegah sejak dini. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama, tutup Akbar Rumi. (BA)
