Barsela24news.com | Lombok Barat, 7 November 2026 - Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gegelang periode 2027–2034, dinamika demokrasi di tengah masyarakat mulai menjadi perhatian. Harapan terhadap hadirnya kepemimpinan desa yang mampu membawa perubahan, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat pembangunan menjadi bagian dari aspirasi warga.
Berdasarkan hasil Survei Pra-Pemungutan Suara yang dirilis Lombok Survey Independent, preferensi responden terhadap dua nama yang disurvei tercatat sebesar 53 persen untuk Zaenul Basri dan 42 persen untuk H. Husnu Muktar. Sementara itu, sebanyak 5 persen responden menyatakan masih ragu-ragu.
Menariknya, H. Husnu Muktar merupakan Kepala Desa Gegelang petahana (incumbent) yang kembali menjadi salah satu figur dalam dinamika kontestasi Pilkades periode mendatang.
Survei tersebut dilaksanakan selama tiga bulan, mulai Agustus hingga Oktober 2026.
Selisih persentase kedua kandidat tercatat sebesar 11 poin. Angka tersebut menjadi gambaran preferensi responden selama periode survei, sekaligus memperlihatkan dinamika persaingan antara figur penantang dan petahana yang telah memiliki pengalaman memimpin pemerintahan desa.
Meski demikian, hasil survei tidak dapat dimaknai sebagai hasil akhir ataupun prediksi pasti Pilkades. Perubahan preferensi masyarakat masih sangat mungkin terjadi hingga pelaksanaan pemungutan suara.
ASPIRASI WARGA: KEPEMIMPINAN YANG DEKAT DAN MAU MENDENGAR
Di balik angka-angka survei, harapan masyarakat terhadap masa depan Desa Gegelang menjadi hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan.
Sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian dalam kontestasi Pilkades antara lain kedekatan calon dengan masyarakat, kemampuan membangun komunikasi lintas generasi, serta komitmen terhadap kepentingan bersama.
Dalam materi yang menyertai hasil survei, beberapa harapan yang dikaitkan dengan dukungan kepada Zaenul Basri meliputi pendekatan komunikasi yang santun, keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta gagasan pembangunan desa yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Beberapa isu pembangunan yang menjadi perhatian meliputi:
1. Pembenahan tata kelola pemerintahan desa, dengan mengedepankan pelayanan yang terbuka dan transparan.
2. Pemberdayaan pemuda dan UMKM, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
3. Perhatian terhadap kegiatan keagamaan, termasuk keberadaan masjid, TPQ, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
4. Transparansi pengelolaan dana desa, agar masyarakat dapat mengetahui arah dan pemanfaatan anggaran pembangunan.
Harapan tersebut menjadi gambaran penting bahwa masyarakat tidak hanya menaruh perhatian pada figur calon, tetapi juga pada gagasan, program, dan komitmen yang ditawarkan untuk masa depan desa.
PETAHANA DAN FIGUR PENANTANG: DINAMIKA MENUJU PILKADES GEGELANG
Keberadaan H. Husnu Muktar sebagai petahana (incumbent) memberikan warna tersendiri dalam kontestasi Pilkades Gegelang 2027–2034.
Sebagai kepala desa yang sedang menjabat, H. Husnu Muktar memiliki rekam jejak kepemimpinan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Pengalaman tersebut tentu menjadi salah satu aspek yang dapat dinilai masyarakat dalam menentukan pilihan.
Di sisi lain, Zaenul Basri dengan capaian 53 persen dalam hasil survei tersebut menunjukkan adanya preferensi responden terhadap alternatif kepemimpinan.
Perbandingan antara petahana dan figur penantang ini menghadirkan dinamika demokrasi yang menarik. Masyarakat memiliki kesempatan untuk menilai berbagai aspek, mulai dari pengalaman, rekam jejak, gagasan, program kerja, hingga komitmen masing-masing figur terhadap kemajuan Desa Gegelang.
Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menentukan siapa sosok yang dinilai paling layak mendapatkan amanah untuk memimpin desa pada periode 2027–2034.
PILKADES BUKAN SEKADAR KOMPETISI, PERSAUDARAAN HARUS TETAP TERJAGA
Memasuki dinamika Pilkades Gegelang periode 2027–2034, suasana demokrasi yang sehat dan kondusif perlu terus dijaga.
Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut merusak hubungan kekeluargaan, persahabatan, maupun persaudaraan antarsesama warga.
Seluruh calon dan para pendukung diharapkan dapat menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik, menghindari provokasi, serta mengedepankan gagasan dan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat, tanggung jawabnya adalah mengayomi seluruh warga Desa Gegelang tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan dalam Pilkades.
Sebab, pembangunan desa membutuhkan kebersamaan, bukan perpecahan.
MASA DEPAN GEGELANG ADA DI TANGAN MASYARAKAT
Hasil survei yang dirilis Lombok Survey Independent dapat menjadi salah satu bahan informasi mengenai dinamika preferensi masyarakat menjelang Pilkades.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat melalui proses pemilihan yang demokratis sesuai ketentuan yang berlaku.
Gegelang membutuhkan kepemimpinan yang mampu mendengar aspirasi, membangun kepercayaan, menjaga persatuan, dan bekerja untuk kepentingan seluruh masyarakat.
Karena sejatinya, kemenangan dalam Pilkades bukan hanya tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga tentang bagaimana seorang pemimpin mampu menyatukan masyarakat dan membawa desa menuju masa depan yang lebih baik.
SUMBER DATA SURVEI: Lombok Survey Independent
PERIODE SURVEI: Agustus–Oktober 2026
Laporan: Mwr
Editor: (BR)
