Abdya - Hampir setahun kepemimpinan Bupati Defenitif ke 4 Abdya berjalan, ada banyak program-program Bantuan Sosial (Bansos) tak kunjung kembali mengingat Bansos tersebut sebenarnya sudah menjadi ikon di benak masyarakat Abdya.
Sebut saja Program Santunan Kematian yang sejak Bupati Defenitif periode pertama Abdya telah berlangsung dan hilang di masa PJ Bupati yang lalu namun di pemerintahan sekarang sosok yang terkenal sibuk seliweran kesana kesini juga belum berhasil mengembalikan program tersebut di Abdya.
Sementara itu, masyarakat Abdya yang telah terbiasa mengurus bantuan tersebut paska keluarganya meninggal dunia kini kehilangan harapan yang dimana dana tersebut sedikit tidak sangat membantu menyelesaikan utang piutang atau kenduri adat terhadap mendiang yang telah meninggal.
Bukan berarti wara wiri kesana kemari tidak boleh dilakukan, dalam membangun daerah segala upaya dari segala lini patut di tempuh untuk percepatan pembangunan, namun pantauan setahun ini sangat minim kegiatan berupa dana langsung bagi masyarakat yang pada periode-periode sebelumnya justru gencar dilaksanakan. Oleh sebab itu wajar jika opini publik mengasumsikan atau berkeyakinan bahwa ada lost management atau ketidakmampuan pengelolaan keuangan atau bahkan sikap empati dari Bupati sendiri yang sangat kurang untuk memploating anggaran berupa dana langsung (bansos) untuk masyarakat.
Kita tarik lagi pada periode sebelumnya ada program berupa santunan untuk anak yatim dan piatu, santunan untuk janda tanpa anak, santunan untuk orang yang cacat permanen dan santunan untuk kepala keluarga sakit menahun. Santunan tersebut setiap bulan langsung mengalir ke rekening penerima seperti gaji yang sangat membantu penerima dalam menjalankan kehidupan.
Oleh sebab itu, pelan-pelan lahir dalam opini publik, kemanakah arah yang akan ditempuh pemerintahan periode sekarang yang kian jauh dari program-program pro rakyat.
Waktu masih panjang untuk membuktikan diri keberpihakan kepada kepentingan rakyat, bisa jadi mungkin program-program yang berefek langsung kepada masyarakat bukanlah visi misi kandidat saat mencalonkan sebagai Bupati, namun mempertimbangkan beberapa program bansos tersebut telah mendarah daging atau menjadi ikon di Abdya maka sangat layak untuk diperjuangkan hadir kembali sebagai program keberlanjutan.
Memang ada beberapa kali sosok Bupati melakukan kegiatan santunan Anak Yatim, namun teknis dan mekanismenya masih mengambang, apakah itu berlangsung setiap bulan dimana uang saku tersebut mengalir secara langsung kepada rekening penerima seperti periode Bupati Defenitif ke 2 atau hanya seremonial saja saat Bupati ada sesekali berkunjung ke daerah. Ini patut diperhatikan untuk kemaslahatan masyarakat.
Harapan demi harapan patut kita sampaikan, apalagi menyangkut program-program pro rakyat yang kian banyak di hapus dalam pembahasan APBK Abdya. Entah hilangnya program tersebut karena ketidakmampuan pemerintah mengelola anggaran, entah karena program pro rakyat tersebut sulit untuk diselewengkan, atau entah karena sikap empati pemerintah yang kian hari kian hilang dalam pembahasan program-program pro rakyat.
Namun penulis meyakini bahwa masih ada secercah harapan masyarakat di dalam sanubari Bupati Abdya untuk melanjutkan program-program pro rakyat tersebut dari berbagai sektor. Jikapun hal itu tidak terjadi maka lagi-lagi sebagai rakyat mari kita sama-sama berdoa semoga Allah memberi hidayah untuk kita semua. Aamiin
Penulis:
Muhammad Mairiska Putra
Pengamat Kebijakan Publik

