Lombok Tengah, NTB , 11 Februari 2026 | Forum Kepala Lingkungan (FOR-KING) Lombok Tengah menggelar kegiatan Rowah Sya’ban yang dirangkaikan dengan napak tilas hari ulang tahun (hultah) pertama organisasi tersebut. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen sosial FOR-KING dalam mengabdi kepada masyarakat,
FOR-KING Loteng yang diketuai oleh Kepala Lingkungan (Kaling) Balungadang, Lalu Toni, telah genap satu tahun berdiri sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi para kepala lingkungan di Kabupaten Lombok Tengah. Dalam perjalanannya, forum ini hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjembatani aspirasi masyarakat di tingkat paling dasar.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, L. Firman Wijaya, serta Wakil Ketua I DPRD Provinsi NTB, H. Lalu Wirajaya, S.Sos.
Dalam sambutannya, H. Lalu Wirajaya menyampaikan harapan agar momentum ulang tahun pertama ini menjadi titik tolak penguatan peran FOR-KING dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semoga di hari ulang tahun yang pertama ini, FOR-KING bisa semakin solid dan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat. Banyak persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius dan kolaborasi semua pihak. Saya yakin, dengan kepemimpinan Bajang Toni yang dikenal sebagai penggiat sosial aktif, FOR-KING mampu menjalankan peran tersebut dengan baik, ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara forum kepala lingkungan dengan program-program pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, saat ini banyak program strategis Presiden yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada dukungan serta pengawalan di tingkat lingkungan.
Sementara itu, Ketua FOR-KING Loteng, Lalu Toni, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Rowah Sya’ban bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi juga bentuk rasa syukur dan refleksi atas perjalanan satu tahun organisasi. Ia menegaskan komitmen FOR-KING untuk terus menjadi ruang kolaborasi yang solutif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“FOR-KING lahir dari semangat kebersamaan. Kami ingin memastikan bahwa setiap kepala lingkungan tidak berjalan sendiri, melainkan saling menguatkan dan berbagi solusi. Karena pembangunan yang kuat dimulai dari lingkungan yang solid,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar kepala lingkungan, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, FOR-KING Loteng diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan di lombok tengah.
Momentum satu tahun ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih besar untuk menghadirkan kepemimpinan lingkungan yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Penulis Mustakim Togok
