"Sudah Bayar Retribusi, Kenapa Harus Bayar Lagi?!" - Warga Selong Kesal dengan Pungli dan Keterlambatan Pengangkutan Sampah DLHK Lotim

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB– Kemarahan meledak di kalangan warga Selong, Lombok Timur (Lotim), akibat kelalaian dan praktik tidak terpuji yang terjadi pada petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Lotim. Puluhan warga mengeluhkan kondisi yang sudah tak tertahankan, di mana sampah yang telah dikeluarkan ke pinggir jalan tidak pernah diambil hingga berbulan-bulan, sementara mereka tetap diminta membayar iuran retribusi sampah setiap bulan.
 
“Kita sudah bayar bulanan sesuai ketentuan, tapi sampahnya malah dibiarkan menumpuk. Kalau mau diangkut, malah diminta bayar lagi mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu sekali angkut! Ini bukan namanya pelayanan publik,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya dengan nada kesal.
 
Menurut cerita warga, kondisi sampah yang menumpuk di pinggir jalan telah menjadi sumber masalah baru. Bau tidak sedap mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan berpotensi menjadi sarang penyakit dan menarik hewan pengganggu seperti tikus serta lalat. Tak hanya itu, sebagian warga bahkan harus berlarian mengejar kendaraan sampah setiap kali lewat, hanya untuk memastikan sampahnya tidak terlewat dan akhirnya bisa diangkut – dengan syarat harus membayar biaya tambahan yang tidak jelas sumber dan tujuannya.
 
“Setiap kali lihat mobil sampah lewat, kita harus berlari mengejarnya. Padahal sudah ditaruh di lokasi yang sudah ditentukan. Kalau tidak bayar, mereka bilang ‘nanti aja kita ambil’, tapi akhirnya tidak pernah datang,” tambah warga lainnya.
 
Praktik pungli dan keterlambatan pengangkutan sampah ini jelas bertentangan dengan prinsip pelayanan publik yang harus bersifat transparan, akuntabel, dan memihak pada kepentingan masyarakat. Warga mengaku telah melakukan upaya konfirmasi terkait permasalahan ini melalui pesan WhatsApp kepada dinas terkait, khususnya kepada Kabid Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Limbah B3 (PSBL3) DLHK Lotim, namun hingga berita ini dibuat belum mendapatkan tanggapan apapun dan dianggap abaikan.
 
Warga menginginkan pihak DLHK Lotim segera mengambil tindakan tegas, mulai dari membersihkan sampah yang menumpuk, menindaklanjuti kasus pungli yang terjadi, hingga memperbaiki sistem pengangkutan agar lebih terjadwal dan profesional.
 
“Kita hanya mau hak kita sebagai pembayar retribusi terpenuhi. Tolong segera atasi masalah ini sebelum kondisi menjadi lebih parah!” tegas warga.

Laporan: Bagoes