Lombok Timur, NTB – Sebuah musibah tenggelam menimpa seorang anak laki-laki berinisial A (11 tahun), pelajar kelas 4 MI NW Ketangga, di kawasan Dam Sungai Otak, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, pada Sabtu (25/04/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Desta (13 tahun) dan Arda (11 tahun), saat kejadian korban sedang bermain bersama kurang lebih 10 orang temannya dengan cara melompat bergantian dari tebing setinggi kurang lebih 10 meter ke dalam sungai. Saat giliran korban akan memegang tali untuk melompat, tiba-tiba kakinya terpeleset hingga jatuh bebas. Tubuh korban membentur bebatuan sebelum akhirnya terhempas ke air dan langsung tenggelam. Melihat kejadian tersebut, saksi dan teman-teman korban segera memberitahukan warga sekitar dan dilakukan pencarian, namun korban belum berhasil ditemukan.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Suela bersama jajaran serta Tim SAR Kabupaten Lombok Timur segera bergerak menuju lokasi. Setelah dilakukan pencarian secara menyeluruh, akhirnya pukul 17.30 WITA jasad korban berhasil ditemukan dalam posisi terjepit di sela-sela batu di dasar sungai. Saat ditemukan, korban mengalami luka di bagian mulut dan mengeluarkan darah, diduga akibat benturan keras saat jatuh. Korban merupakan warga Dusun Otak, Desa Ketangga, diketahui orang tuanya bekerja di Sumbawa dan korban tinggal bersama neneknya. Keluarga korban pun menerima kejadian ini sebagai takdir dan musibah.
Perlu diketahui, lokasi tersebut merupakan tempat favorit anak-anak bermain dan ini bukan kejadian pertama kalinya, melainkan sudah yang ketiga kalinya setelah sebelumnya terjadi pada tahun 2012 dan 2016 dengan korban yang juga anak-anak. Kurangnya pengawasan orang tua dinilai menjadi salah satu faktor penyebab musibah ini.
Merespons kejadian tersebut, Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Lalu Rusmaladi memberikan himbauan keras kepada seluruh orang tua dan masyarakat.
"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kami mengimbau agar orang tua lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak, jangan biarkan mereka bermain di lokasi yang berbahaya seperti tebing dan sungai tanpa pendampingan. Lokasi ini sudah memakan korban jiwa untuk yang ketiga kalinya, mari kita jaga keselamatan anak-anak kita demi mencegah hal serupa tidak terulang lagi," tegasnya.
Pihak kepolisian melalui Polsek Suela telah melakukan koordinasi dengan Basarnas serta tindakan pengamanan dan pendampingan keluarga.
Laporan: Bagoes
