Terkait Program Beasiswa Untuk Mahasiswa Sumbawa Barat, Berikut Pernyataan Kadis Dikbud

Barsela24news.com

Sumbawa Barat, NTB — Dalam kegiatan Forum Yasinan yang berlangsung pada Kamis malam (30/4) pukul 20.00 WITA, bertempat di Central Kediaman Wakil Bupati Sumbawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus, S.Pd, menyampaikan berbagai informasi penting terkait Program Kartu Sumbawa Barat Maju, khususnya pada layanan Maju Pendidikan. (30/04/ 2026)

Dirinya menjelaskan bahwa proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 telah dimulai, bahkan sebagian calon mahasiswa asal Sumbawa Barat telah diterima di sejumlah perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Seiring dengan itu, pendaftaran Program KSB Maju Pendidikan tahun 2026 telah dibuka. Lebih lanjut disampaikan bahwa calon penerima manfaat yang telah mendaftar berhak memperoleh layanan dengan mendatangi Dinas Dikbud, dengan melengkapi dokumen berupa surat keterangan lulus (bagi yang ijazahnya belum terbit), bukti pendaftaran ulang di perguruan tinggi tujuan, serta Kartu Keluarga.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga menyediakan berbagai skema beasiswa bagi mahasiswa daerah, baik yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar daerah. Beasiswa tersebut meliputi beasiswa prestasi yang didasarkan pada indeks prestasi akademik, dengan ketentuan IP yang akan diumumkan pada bulan Juni mendatang.

Di samping itu, terdapat pula bantuan pendidikan bagi masyarakat tidak mampu. Bantuan ini diperuntukkan bagi mahasiswa aktif yang merupakan penduduk Sumbawa Barat dan terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 hingga 5. Penyaluran bantuan ini tidak lagi menggunakan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan, melainkan berbasis data resmi pemerintah.

Agus juga menjelaskan adanya program beasiswa melalui skema kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti UPN Veteran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Airlangga. Melalui program ini, Pemerintah Daerah memfasilitasi proses masuk sejak awal, dimulai dari pendaftaran di daerah dengan persyaratan administrasi yang akan diumumkan lebih lanjut, hingga pendaftaran ke perguruan tinggi melalui jalur mandiri kerja sama.

Ia menambahkan bahwa calon mahasiswa akan mendapatkan rekomendasi dari Bupati, sehingga tidak perlu bersaing secara nasional. Sebagai contoh, pada kerja sama dengan UPN Veteran, tersedia kuota khusus bagi putra-putri Sumbawa Barat, sehingga persaingan hanya terjadi antar pendaftar dari daerah tersebut.

“Teknis seleksinya yaitu, Misalnya di UPN kita diberi kuota khusus, program study keteknikan. Misalkan ada 5 kuota yang dieberikan, selanjutnya lulusan SMA sumbawa Barat mendaftar untuk memperebutkan 5 kursi. Mereka akan bersaing hanya yang berasal dari KSB saja. Kita ambil contoh, ada 100 pendaftar mahasiswa KSB, yang lulus adminstrasi 70 orang, maka yang diperebutkan oleh 70 orang tersebut 5 kuota yang tersedia”, Ungkap agus

Sementara untuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Airlangga, seleksi dilakukan antar mitra kerja sama dari berbagai daerah dan institusi. Saat ini, kerja sama dengan UPN Veteran telah resmi ditandatangani oleh Bupati Sumbawa Barat.

Selain itu, terdapat pula program fasilitasi beasiswa kerja sama dengan mitra perusahaan, yaitu PT AMMAN, di mana proses pendaftaran dilakukan melalui pihak perusahaan dan seleksi dilakukan secara terbuka. Peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan pembiayaan pendidikan dari perusahaan tersebut.

Adapun perguruan tinggi yang menjadi mitra kerja sama meliputi Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, dan Universitas Teknologi Sumbawa, dengan fokus program studi pada bidang keteknikan dan pariwisata.

Menutup penyampaiannya, Agus menekankan pentingnya memanfaatkan peluang yang ada. “Yang terpenting adalah masuk terlebih dahulu ke perguruan tinggi. Setelah itu, barulah kita menghadapi persaingan yang lebih ketat,” ujarnya.