Sumbawa Barat, NTB - Kebakaran hebat melanda kompleks Asrama Personel Polres Sumbawa Barat pada Rabu (10/06/2026) sekitar pukul 13.20 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan delapan unit rumah dinas personel terdampak dan mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.
Menurut informasi di lokasi kejadian, kobaran api pertama kali terlihat dari salah satu bangunan asrama sebelum kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitarnya. Kepulan asap hitam tebal tampak membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas.
Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sumbawa Barat bersama personel Polres Sumbawa Barat dan masyarakat sekitar segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Dengan menggunakan sejumlah armada pemadam, petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar kompleks asrama.
Setelah berlangsung selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Selanjutnya petugas melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya delapan unit asrama personel Polres Sumbawa Barat terdampak dalam peristiwa tersebut. Beruntung, hingga berita ini diturunkan tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat sejumlah bangunan dan barang-barang milik penghuni asrama ikut terbakar. Pendataan terhadap kerugian yang ditimbulkan masih terus dilakukan oleh pihak terkait.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang. Petugas telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi kejadian serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti yang dapat membantu mengungkap sumber api.
Pihak Polres Sumbawa Barat mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait penyebab kebakaran. Masyarakat diminta menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan yang saat ini masih berlangsung.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada kawasan permukiman dan bangunan yang berdekatan, guna meminimalkan risiko terjadinya musibah serupa di kemudian hari.
(Danang)
