Ketua DPRK Aceh Selatan Rema Mishul Azwa Akan Diwisuda Magister Ilmu Ekonomi USK

Barsela24news.com
Ketua DPRK Aceh Selatan Rema Mishul Azwa. SE,. Ak,. ME. Foto: (Ist)

Aceh Selatan — Semangat menuntut ilmu tidak mengenal batas usia maupun kesibukan. Hal itu tercermin dari sosok Rema Mishul Azwa, SE., Ak., ME., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan dari Partai Nanggroe Aceh (PNA).

Di tengah padatnya aktivitas sebagai pimpinan lembaga legislatif, Rema tetap menyempatkan diri menyelesaikan pendidikan magisternya. Ia dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda Program Pascasarjana Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Kepada Barsela24News.com, Rema mengatakan perjalanan panjang dalam menyelesaikan pendidikan magister tersebut akhirnya sampai pada tahap wisuda. Ia mengaku bersyukur dan merasa bahagia karena perjuangan yang dijalani di tengah kesibukan sebagai Ketua DPRK Aceh Selatan dapat diselesaikan dengan baik.

“Alhamdulillah, perjalanan panjang untuk mendapatkan gelar magister akhirnya selesai dan insyaallah besok pagi saya akan mengikuti wisuda. Rasa lelah selama ini terbayarkan,” ujar Rema.

Menurutnya, kesibukan sebagai Ketua DPRK Aceh Selatan bukan alasan untuk berhenti menuntut ilmu. Ia menilai pendidikan merupakan proses sepanjang hayat yang dapat dijalani siapa saja, tanpa dibatasi usia.

“Saya puas karena walaupun pekerjaan sebagai Ketua DPRK sangat banyak, waktu untuk menuntut ilmu tidak pernah saya sia-siakan. Umur bukan sebuah hambatan bagi kita untuk mendapatkan pendidikan,” katanya.

Rema juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dukungan keluarga. Selain menjalankan tugas sebagai Ketua DPRK Aceh Selatan, ia juga memiliki tanggung jawab sebagai seorang ibu dan istri.

“Selain sebagai Ketua DPRK, saya adalah seorang ibu bagi anak-anak dan seorang istri bagi suami. Dukungan penuh dari keluarga membuat saya semakin bersemangat untuk melanjutkan pendidikan di tengah kesibukan,” ungkapnya.

Ia berharap perjuangan yang dijalaninya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar tidak menjadikan usia maupun kesibukan sebagai alasan untuk berhenti belajar dan mengembangkan diri.

Bagi Rema, pendidikan bukan sekadar mengejar gelar akademik, tetapi juga bagian dari proses meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan untuk menjalankan tanggung jawab dengan lebih baik.

Dengan selesainya pendidikan magister tersebut, Rema kini bersiap mengikuti prosesi wisuda di USK Banda Aceh. Momentum tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan akademik sekaligus pengabdiannya di tengah masyarakat Aceh Selatan.

Laporan: Hartini