PT LHL AKAN PERBAIKI AKSES JALAN KE MATA AIR AI' LINUNG. KADES BERU DUKUNG PENUH LANGKAH PERUSAHAAN

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Sumbawa Barat NTB, 15 Agustus 2026 – PT Long Happy Life (LHL) yang bergerak di bidang pariwisata villa dan perhotelan menyatakan komitmen penuh untuk membuka akses jalan menuju Mata Air Ai Linung di Dusun Jelenga, Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Langkah ini diharapkan menjadi solusi air bersih bagi 752 jiwa warga pesisir.

Hal ini disampaikan langsung Humas PT LHL, Leo Supardinata, saat meninjau lokasi mata air bersama tim media pada Sabtu 15/8/2026. 

“Kami dari PT LHL tidak pernah menutup akses jalan ke Ai Linung. Justru sejak awal kami sudah berdiskusi dengan masyarakat dan pemerintah desa untuk membuka akses ini. Bagi kami, air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh dihalangi. Maka komitmen kami jelas, kami akan membantu pembukaan jalan menuju mata air tersebut agar masyarakat bisa lebih mudah mengaksesnya,” ujar Leo Supardinata.

Leo menegaskan kehadiran PT LHL di kawasan lintas Pola Mata - Jelenga bukan hanya untuk investasi pariwisata. Perusahaan juga ingin hadir sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan.

“Kami memahami masyarakat Dusun Jelenga sudah lama menantikan air bersih yang cukup. Karena itu kami tidak ingin menjadi penghalang. Sebaliknya kami ingin menjadi bagian dari solusi. Komitmen kami adalah memprioritaskan masyarakat lokal sesuai dengan skill dan kebutuhan proyek. Kami hadir untuk bersinergi dengan Kepala Desa, Kepala Dusun, dan seluruh warga. Jika akses sudah terbuka, maka selanjutnya kita harus sama-sama memikirkan bagaimana mata air ini dikelola dengan baik agar debitnya cukup dan distribusinya bisa sampai ke rumah-rumah warga,” jelasnya.

Lebih lanjut Leo berharap ada dukungan dari Pemerintah Daerah untuk menuntaskan infrastruktur pendukung. 

“Kami berharap kepada Pemda Kabupaten Sumbawa Barat agar dapat bekerja sama melakukan perbaikan dan pemasangan pipa. Potensi mata air Ai Linung ini harus dikelola secara maksimal. Apalagi ini juga berkaitan langsung dengan program prioritas Pemda yaitu pencegahan stunting. Kalau air bersih tersedia, maka kesehatan masyarakat akan lebih baik dan itu mendukung program pemerintah,” kata Leo.

Pernyataan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait akses ke salah satu sumber air di wilayah pesisir Jereweh. Menurut PT LHL, keterbukaan akses merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

DISAMBUT BAIK KADES DAN KEPALA DUSUN

Sikap PT LHL disambut positif Kepala Desa Beru, Joehari Effendy, S.A.P., C.Me. Menurutnya, kepastian akses sudah lama ditunggu warga setelah beberapa kali dikonfirmasi bersama pihak investor.

"Kami menyambut positif rencana pembukaan akses ini. Kebutuhan akses memang mendesak karena menyangkut hajat hidup masyarakat," ujar Kades Joehari.

Hal senada disampaikan Kepala Dusun Jelenga, Sumardi. Dusun yang dipimpinnya memiliki sekitar 350 KK dengan total 752 jiwa. Sumardi menilai langkah ini sangat penting untuk memudahkan aktivitas warga sehari-hari dalam mengambil air bersih. 

Manfaatnya tidak hanya untuk kebutuhan domestik. Akses jalan yang layak juga diyakini akan membuka peluang pengembangan wisata berbasis masyarakat di kawasan pantai Jelenga.

TANTANGAN UTAMA: DEBIT DAN INFRASTRUKTUR PIPA

Namun Kades Joehari menegaskan, membuka jalan saja tidak menyelesaikan masalah. Tantangan utama adalah memastikan Mata Air Ai Linung benar-benar bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Berdasarkan pendataan, kebutuhan debit air di wilayah Jelenga diperkirakan untuk melayani 700-800 jiwa. Angka yang cukup besar untuk satu sumber mata air di kawasan pesisir.

"Kami pernah turun bersama teman-teman dari Dinas PUPR Bidang Sumber Daya Air. Secara teknis masih dihitung berapa liter per detik yang dibutuhkan. Kalau hanya mengandalkan kondisi sekarang, jelas tidak akan cukup," jelasnya.

Kades Joehari menyoroti kondisi mata air yang sering kering saat musim kemarau. Ia menilai perlu ada intervensi serius berupa penggalian untuk memperbesar sumber mata air dan membangun penampungan baru dengan kapasitas lebih besar.

Ia juga berharap PT LHL bisa ikut andil memperbesar mata air, sementara Pemda hadir membenahi infrastruktur pipa distribusi.

"Harapan kami, Pemda support penuh. Agar LHL bisa berinvestasi, perizinan lancar, dan potensi mata air ini dikelola maksimal," kata Joehari.

DUKUNG PROGRAM CEGAH STUNTING

Pengelolaan Mata Air Ai Linung secara maksimal juga diharapkan dapat mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, salah satunya pencegahan stunting.

Selain urusan air, Kades mengapresiasi kehadiran PT LHL di Sumbawa Barat. Investasi di bidang villa dan perhotelan ini dinilai memberi dampak berupa penyerapan tenaga kerja lokal.

"Untuk tenaga kerja, PT LHL mengutamakan masyarakat setempat untuk mengerjakan proyek strategis ini dan Alhamdulillah disambut baik. Masyarakat Desa Beru, khususnya ring 1 yang terdampak langsung, sangat mendukung," ujarnya.

SINERGI UNTUK KESEJAHTERAAN

Tokoh masyarakat Jereweh, Amirudin, juga menyampaikan apresiasi. "Ini bentuk perusahaan datang berinvestasi dengan membangun komitmen dengan masyarakat dan ini sangat luar biasa," katanya bangga.

Di akhir, Kades Joehari meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat segera turun tangan. Mulai dari kewenangan, perizinan, hingga mendorong dukungan ke pusat agar investasi ini tidak berhenti di atas kertas.

"Supaya kehadiran PT LHL di Desa Beru Kecamatan Jereweh ini benar-benar hadir dan bermanfaat untuk masyarakat Sumbawa Barat," pungkasnya.

Dengan 350 KK di Dusun Jelenga yang menggantungkan hidup di pesisir, pembukaan akses di lahan milik LHL harus segera diikuti langkah nyata Pemda. Jalan sudah mau dibuka. Sekarang pertanyaannya: airnya kapan bisa mengalir ke rumah warga?

PT LHL berkomitmen untuk terus bersinergi dalam pembangunan di wilayah operasionalnya. Pembukaan akses jalan dan pengelolaan mata air ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa Barat. (BR)