Buntut Pengerebekan Pesantren Putri, PW Pemuda Muslimin Aceh Minta Kapolda Jateng Dicopot

Barsela24news.com
Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Aceh, Dr. Yulizar Kasma

Banda Aceh - Peristiwa penggerebekan yang melibatkan asrama santriwati terjadi di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa dini hari, 27 Oktober 2026. 


Penggeledahan ini diduga berkaitan dengan penyidikan kasus pembakaran serta perusakan warung (Mi dan Babi Tepi Sawah) di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, pada September 2026, hasil pemeriksaan para santriwati dilepaskan karna tidak terbukti sebagai pelaku.


Polda jawa Tengah dan Polres Sukoharjo harus dievaluasi karna  pengeladahan  itu  bisa dikatagorikan merendahkan umat Islam dalam hal ini para muslimah remaja yang, hal ini disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Aceh, Dr. Yulizar Kasma. Jum'at (30/10/2026).


Menurut Yulizar, berdasarkan  surat edaran dari pihak ponpes bahwa para santriwati yang terbangun dalam kondisi belum mengenakan jilbab sempat ditarik keluar, dibentak, ditodong senjata laras panjang, dan diminta tiarap.


“perlakuan merendahkan remaja Muslimah ini sangat jahat, pasti meninggal trauma mendalam, apalagi balita juga ikut dibawa, tragedi  harus di usut tuntas oleh Propam," Ujar Yulizar

 

Seharusnya jika masuk wilayah Muslimah, maka polisi yang bertugas juga yang Perempuan, bukan malah laki – laki dan harus dilakukan dengan cara – cara beradab, sesuai SOP dan memperlakukan secara manusiawi.


“Trauma korban ini tidak bisa hanya dibayar dengan minta maaf, tapi harus ada kompensasi, komnas Perempuan harus melakukan pendampingan atas korban kasus penggeledahan yang sangat jahat ini," ungkapnya.


lanjutnya, Para santriwati di pesantren khusus Perempuan ini dilepaskan setelah tidak terbukti keterkaitan dengan kejadia pembakaran warung Mie babi, ini menunjukkan bahwa asumsi yang dibangun berdasarkan data dan informasi yang lemah,


“Kami minta Kapolda Jateng di Copot, perlakukan biadap terhadap santriwati bisa dibaca bahwa ditubuh Kepolisian Indonesia ada sisa Islamophobia, pak Kapolri dekat dengan ulama, jadi perlu segera membersihkan hal ini,“ Tutup Yulizar kasma ketua sayap pemuda Syarikat Islam Aceh


Laporan : Redaksi