Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.T. Foto: (Ist)
Lombok Tengah NTB - 13 Oktober 2026 - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.T., menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Kabupaten Lombok Tengah yang jatuh pada 15 Oktober 2026. Anggota DPR RI Dapil NTB II yang akrab disapa Lalu Ari ini menilai, usia 81 tahun adalah usia kematangan dan kedewasaan bagi Lombok Tengah sebagai jantung Pulau Lombok dan etalase pariwisata dunia.
Atas nama pribadi, keluarga, dan Fraksi PKB DPR RI, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 untuk Kabupaten Lombok Tengah tercinta. 81 tahun adalah usia yang sangat matang. Di usia ini, Lombok Tengah telah membuktikan diri sebagai daerah yang tangguh, melewati berbagai ujian, dari gempa, pandemi, hingga kini bangkit menjadi ikon pariwisata super prioritas dunia melalui KEK Mandalika dan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Dirgahayu Lombok Tengah, Tatas Tuhu Trasna, ujar Lalu Hadrian Irfani dalam keterangan persnya di Praya, Lombok Tengah, Senin (13/10/2026).
Sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Pendidikan Tinggi, Pemuda dan Olahraga, serta Ekonomi Kreatif, Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa makna HUT ke-81 harus diterjemahkan menjadi komitmen nyata untuk membangun manusia Lombok Tengah, bukan hanya membangun fisik dan infrastrukturnya.
Menurutnya, filosofi luhur Tatas Tuhu Trasna harus menjadi kompas pembangunan. Tatas berarti tertata dan teratur dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan. Tuhu berarti tekun, sungguh-sungguh, dan berintegritas dalam bekerja. Dan Trasna berarti penuh cinta, kasih sayang, dan keberpihakan tulus kepada rakyat kecil. Tanpa ketiga nilai ini, pembangunan Mandalika yang megah akan kehilangan jiwanya.
Dalam rilisnya, Ketua DPW PKB NTB ini memaparkan empat komitmen perjuangannya di Komisi X untuk Lombok Tengah:
1. Perjuangan Revitalisasi Sekolah dan Pemerataan Guru
Lalu Hadrian Irfani menyoroti masih banyaknya gedung sekolah SD dan SMP di pelosok Lombok Tengah yang rusak berat. Ia menegaskan, dirinya telah menerima langsung aspirasi dari Wakil Bupati dan 50 Kepala Desa se-Lombok Tengah di Gedung DPR RI beberapa waktu lalu.
Saya mendapat laporan yang sangat miris, puluhan ruang kelas di Pujut, Janapria, dan Batukliang kondisinya rusak berat, atap bocor, dan tidak layak. Ini tidak boleh dibiarkan. Di Komisi X, saya sedang memperjuangkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai program prioritas nasional. Saya berkomitmen, dari total anggaran pendidikan 2026 yang naik signifikan hingga Rp 181 triliun untuk Kemendikdasmen, Lombok Tengah harus mendapat porsi yang adil dan besar. Tidak boleh ada lagi anak-anak kita belajar di kelas yang bocor, sementara hotel bintang lima berdiri megah di Mandalika. Saya juga akan kawal tuntas pemerataan guru. Jangan sampai guru menumpuk di Praya, tapi kosong di desa-desa terpencil. Kualitas pendidikan harus berkeadilan, tegas Lalu Ari.
2. Perluasan Beasiswa PIP dan KIP Kuliah untuk Anak Petani, Nelayan, dan Buruh Tani
Di bidang pendidikan, Lalu Hadrian Irfani memaparkan capaian dan targetnya. Ia menyebut telah menyalurkan lebih dari 80.000 beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk NTB, dengan mayoritas penerima berasal dari Lombok Tengah.
Sesuai hasil Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, alhamdulillah ada kenaikan bantuan PIP yang signifikan. Untuk SD dari Rp 450 ribu naik menjadi Rp 630 ribu, SMP dari Rp 750 ribu naik menjadi Rp 1 juta. Dan untuk KIP Kuliah, dari 220 ribu penerima, akan kita dorong menjadi 400 ribu hingga 600 ribu mahasiswa pada 2027. Komitmen saya jelas, tidak boleh ada anak petani di Kopang, anak nelayan di Kuta Mandalika, anak buruh tani di Jonggat yang putus sekolah karena biaya. Semua harus bisa sekolah dan kuliah gratis. Jika ada masyarakat yang kesulitan, segera hubungi Posko Aspirasi Lalu Hadrian Irfani di Lombok Tengah, paparnya.
3. Penguatan Kebudayaan Sasak dan Ekonomi Kreatif sebagai Tulang Punggung Pariwisata
Lalu Hadrian Irfani menekankan bahwa Komisi X juga membidangi kebudayaan dan ekonomi kreatif. Menurutnya, Lombok Tengah tidak boleh hanya menjual keindahan alam, tetapi harus menjual kebudayaan sebagai nilai tambah yang mahal.
Lombok Tengah adalah gudangnya kebudayaan Sasak. Tenun Ikat Sukarara, Gerabah Banyumulek, Seni Presean, Gendang Beleq, Wayang Sasak, itu semua adalah ekonomi kreatif yang nilainya triliunan rupiah jika dikelola serius. Di Komisi X, saya akan terus mendorong agar Dana Abadi Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan masuk ke sanggar-sanggar dan desa wisata di Lombok Tengah. Kita ingin desa wisata kita bukan hanya jadi tempat selfie, tapi jadi pusat edukasi budaya yang dikelola oleh pemuda-pemudi kita sendiri. Itulah pariwisata yang berkelanjutan dan berakar pada Tatas Tuhu Trasna, jelasnya.
4. Membangun Ekosistem Kepemudaan dan Olahraga dari Mandalika
Terakhir, terkait kepemudaan dan olahraga, Lalu Hadrian Irfani bermimpi besar agar Lombok Tengah tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama di industri olahraga dunia.
Sebagai Komisi yang membidangi pemuda dan olahraga, saya melihat potensi luar biasa dari Sirkuit Mandalika. Di HUT ke-81 ini, saya bermimpi Lombok Tengah tidak hanya menjadi tuan rumah MotoGP, tetapi melahirkan pembalap MotoGP dari anak-anak Loteng sendiri. Kita sudah punya Veda Ega Pratama yang membanggakan dari Indonesia . Saya akan mendorong Kemenpora, IMI, dan MGPA untuk membangun akademi balap, pusat pelatihan, dan sekolah mekanik di Lombok Tengah. Pemuda kita harus jadi pembalap, jadi atlet, jadi event organizer, jadi content creator, jadi pengusaha homestay, bukan hanya jadi penonton di tanahnya sendiri, tutupnya.
Lalu Hadrian Irfani mengajak seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Daerah, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh masyarakat Lombok Tengah untuk terus menjaga persatuan, kondusivitas, dan semangat gotong royong.
Dirgahayu Kabupaten Lombok Tengah ke-81. Mari kita jaga Tatas Tuhu Trasna, kita wujudkan Lombok Tengah yang Maju, Sejahtera, Religius, dan Mendunia. Dari Lombok Tengah untuk NTB, dari NTB untuk Indonesia, pungkasnya. (BR)
