Jalin Sinergi dengan Insan Media, Kades Beleka Lebe Sana Ajak Pemuda Gali Potensi Desa dan Lestarikan Sejarah Sasak

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Lombok Tengah NTB, 22 Oktober 2026 — Upaya membangun desa membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri, tetapi perlu bersinergi dengan pemuda, masyarakat, serta insan media untuk menggali potensi lokal dan memperkenalkan kekayaan desa kepada publik.

Semangat tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi awak media Barsela24news.com ke Desa Beleka Lebe Sana (BaLeSa), Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (22/10/2026).

Kedatangan awak media disambut hangat oleh Kepala Desa Beleka Lebe Sana, M. Thohir, yang akrab disapa Rhoma. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus membuka ruang sinergi antara pemerintah desa dan media dalam menyampaikan informasi, mempromosikan potensi daerah, serta mendorong pembangunan desa.

Dalam kesempatan itu, M. Thohir menyampaikan harapannya agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi mampu mengambil peran melalui gagasan kreatif dan inovasi yang berangkat dari potensi desa sendiri.

“Pemuda harus mampu berinovasi. Jangan hanya berpangku tangan. Mari kita bersama-sama membangun desa melalui potensi-potensi yang kita miliki,” ujarnya.

Menurutnya, desa memiliki berbagai kekayaan yang dapat dikembangkan, mulai dari potensi budaya, sejarah, hingga kerajinan tradisional yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Kemalik Lebe Sane, Jejak Sejarah dan Dakwah Islam

Selain membahas pembangunan desa, M. Thohir juga memaparkan keberadaan peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Sasak, khususnya situs budaya Kemalik Lebe Sane di wilayah Praya Timur.

Ia menjelaskan bahwa istilah Lebe memiliki kaitan dengan kedudukan seseorang yang memahami urusan keagamaan dan syariat Islam. Dalam pemaknaan yang berkembang di masyarakat, Lebe juga dikaitkan dengan sosok yang utama atau memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan.

Keberadaan Kemalik Lebe Sane, menurutnya, menjadi bagian dari jejak sejarah yang perlu dipelajari dan dilestarikan oleh generasi penerus. Situs tersebut juga dipandang sebagai penanda penting dalam perjalanan sejarah penyebaran Islam di wilayah Beleka dan sekitarnya.

“Peninggalan sejarah ini harus kita pahami dan jaga bersama. Jangan sampai generasi berikutnya tidak mengenal sejarah daerahnya sendiri,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pelestarian sejarah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, melainkan juga seluruh masyarakat. Kesadaran terhadap sejarah dan identitas lokal dinilai penting agar pembangunan modern tidak menghilangkan akar budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

M. Thohir juga menjelaskan bahwa Desa Beleka Lebe Sana merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Beleka. Meski telah menjadi wilayah pemerintahan tersendiri, nama Beleka tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan identitas asal masyarakat.

“Kami tidak pernah menghilangkan nama Beleka. Karena itu, desa hasil pemekaran ini kami namakan Desa Beleka Lebe Sana,” jelasnya.

Anyaman Rotan, Warisan Budaya yang Pernah Mengangkat Ekonomi Warga

Potensi lain yang menjadi perhatian dalam silaturahmi tersebut adalah kerajinan anyaman rotan Beleka, sebuah warisan keterampilan tradisional yang telah lama dikenal dan menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

M. Thohir memaparkan bahwa kerajinan rotan Beleka telah berkembang sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto. Pada masa itu, kerajinan tersebut disebut telah memperoleh pengakuan melalui penghargaan kepada sejumlah tokoh perajin.

Ia menyebut nama Ghozali, yang menurut penuturannya menerima penghargaan Pakarti. Selain itu, Mansur Sidiq juga disebut memperoleh penghargaan dari Adam Malik, yang saat itu menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia, sekitar tahun 1982.

Penghargaan tersebut, menurut M. Thohir, menjadi salah satu penanda bahwa kerajinan rotan Beleka pernah mendapatkan perhatian di tingkat nasional.

Keterampilan para perajin kala itu juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kerajinan rotan ini sudah dikenal sejak zaman Presiden Soeharto. Kerajinan ini mampu mengangkat ekonomi masyarakat Beleka pada masa itu,” tuturnya.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa potensi lokal tidak seharusnya dipandang sebagai warisan masa lalu semata. Dengan inovasi desain, peningkatan kualitas produk, penguatan pemasaran, serta dukungan lintas sektor, kerajinan rotan berpeluang terus dikembangkan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam konteks itu, peran pemuda sangat dibutuhkan untuk menghubungkan keterampilan tradisional dengan perkembangan teknologi dan pemasaran digital. Sementara itu, media dapat mengambil peran dalam memperkenalkan produk, mengangkat kisah para perajin, dan memperluas perhatian publik terhadap potensi ekonomi desa.

Sinergi Desa dan Media untuk Masa Depan Beleka

Silaturahmi antara Pemerintah Desa Beleka Lebe Sana dan awak media Barsela24news.com diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih erat dan produktif.

Sinergi tersebut tidak sebatas pemberitaan kegiatan pemerintahan, tetapi juga diharapkan mampu mengangkat persoalan masyarakat, memperkenalkan potensi budaya, serta mendorong pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Sejarah Kemalik Lebe Sane dan tradisi anyaman rotan merupakan dua potensi yang dapat menjadi modal penting bagi pengembangan identitas dan perekonomian desa. Namun, potensi tersebut membutuhkan upaya nyata melalui pelestarian, pendataan sejarah, regenerasi perajin, dan strategi promosi yang berkelanjutan.

Pesan yang disampaikan Kepala Desa Beleka Lebe Sana menjadi pengingat bahwa kemajuan desa tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan pemuda yang kreatif, masyarakat yang menjaga warisan leluhur, serta media yang menjalankan peran informatif dan kontrol sosial secara profesional.

Dengan semangat kebersamaan, Beleka Lebe Sana diharapkan mampu menjaga akar sejarahnya sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda, sehingga warisan budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahtera

Laporan: Jamiri