Barsela24news.com | Lombok Tengah, NTB – Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Bambang Wicaksono, meninjau langsung pelaksanaan puncak ajang balap motor Mandalika Racing Series (MRS) Round 5 Tahun 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (8/11/2026).
Kehadiran Bambang Wicaksono merupakan bentuk dukungan Pemerintah melalui Administrator KEK Mandalika terhadap penyelenggaraan event olahraga otomotif sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor sport tourism di kawasan Mandalika.
Dalam kunjungannya di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut, Bambang tampak meninjau sejumlah area lintasan dengan didampingi jajaran panitia dan pengelola sirkuit. Kehadirannya juga untuk memenuhi undangan PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Nusantara Jaya dalam menyaksikan puncak kompetisi balap motor nasional tersebut.
Mandalika Racing Series Round 5 berlangsung pada 6–8 November 2026. Ajang ini menjadi panggung bagi para pembalap nasional untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi di berbagai kelas bergengsi, mulai dari Indonesia Junior Talent Cup hingga National Supersport 600 cc.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, penyelenggaraan MRS juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, sektor UMKM, perhotelan, serta industri pariwisata di Lombok dan Nusa Tenggara Barat.
Bambang Wicaksono berharap, melalui dukungan berbagai pihak, KEK Mandalika dapat terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan motorsport berskala nasional maupun internasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan, penyelenggara event, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengembangan Mandalika sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
Dengan terselenggaranya Mandalika Racing Series Round 5 2026, kawasan Mandalika kembali menunjukkan perannya sebagai pusat kegiatan olahraga otomotif yang sekaligus mendukung promosi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Laporan: Jamiri
