Entaskan Stunting, Pemkot Semarang Bersama Pengusaha Luncurkan Program Cempaka

Barsela24news.com


Semarang, Jateng - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah stunting di Kota Semarang.

Berkolaborasi dengan pengusaha khususnya pemilik hotel dan Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kota Semarang, Pemkot Semarang meluncurkan program Cempaka (Cegah Stunting Bersama Pengusaha) di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/09/2023)

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Pemkot Semarang mencanangkan program Zero Stunting di tahun 2024.

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting Kota Semarang tahun 2021 yakni 21,3 persen, turun menjadi 10,4 persen di tahun 2022.

“Kami melakukan kerja sama dengan pengusaha, di antaranya pemilik hotel dan PPJI. Ini memanfaatkan makanan yang berlebih, jadi bukan makanan sisa. Dari pada dibuang atau tidak bermanfaat, bisa diberikan ke masyarakat yang membutuhkan," ujarnya

Menurut dia makanan hotel memiliki standar yang bagus, sehingga bisa diberikan ke rumah posko atau ke dapur-dapur sehat untuk mengatasi stunting (Dashat).
"Kami memberikan ke rumah posko atau Dashat, setelah diolah ini dibagikan kepada adik-adik dari Melon Mask, sehingga diharapkan dengan kondisi yang seperti ini, kita bisa memberikan menu yang sehat kepada anak-anak yang stunting," ucapnya.

Program tersebut akan melengkapi program pengentasan stunting yang sudah ada sebelumnya, antara lain Rumah Pelita, Melon Mask (Milenial Gotong Royong Atasi Stunting di Kota Semarang), Garang Asem (Gerakan Sayang Pangan Kota Semarang) dan program inovasi lainnya.

Dengan adanya program Cempaka yang baru saja di launching, dirinya berharap masalah tersebut dapat segera terselesaikan.

"Kami sangat mengapresiasi PPJI yang ikut andil dalam penurunan stunting di Semarang dengan memberikan makanan bergizi," ujarnya

Ia menegaskan, program ini dapat menghemat biaya dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
"Hotel berbintang di Kota Semarang ini ada 82, kalau 82 ini ada makanan berlebih misalnya 10, jadi sudah ada 820, sehingga kita bisa efisien tidak menggunakan APBD, karena dana terbesar di dalam penanganan stunting itu kan pemenuhan makanan tambahan," tuturnya.

Ketua DPC PPJI Kota Semarang, Yanti M Sakoer menjelaskan, wujud dari program itu, pihaknya setiap hari mendistribusikan menu khusus yang diperuntukkan bagi anak stunting.

"Kami setiap hari menyediakan paling sedikit 480 dus makanan. Teknisnya kami melibatkan masing-masing puskesmas," ujarnya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo memberikan apresiasi peluncuran inovasi Cegah stunting bersama pengusaha (Cempaka) di Kota Semarang.

Dirinya menuturkan bahwa apa yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang dapat di contoh pemerintah daerah lainnya. 

Ia pun menjelaskan bahwa mengajak stakeholder dari berbagai macam instansi pemerintah maupun swasta merupakan ide yang sangat inovatif dari Pemerintah Kota Semarang.

Dia mengatakan, Presiden RI Joko Widodo mengarahkan agar penanganan stunting dilakukan pentahelik dengan melibatkan seluruh stakeholder baik pemerintah ataupun swasta. Sehingga tidak hanya pemerintah, TNI, Polri yang bergerak, tetapi juga pengusaha.

"Di Semarang, saya kira ide yang sangat inovatif. Inilah yang bisa dicontoh pihak lain. Saya kira kalau kota-kota besar bisa menggerakkan perhotelan, yang memang mampu mengolah makanan dan bisa mengatasi stunting. Ini cocok sekali kerja sama dengan pengusaha,” tandasnya (Marhen)
Tags