Aceh Utara | Kondisi puluhan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Baktiya, Desa Keude Panteue Breuh, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih sangat memprihatinkan pascabanjir bandang yang melanda kawasan tersebut. Ironisnya, kondisi ini terkesan luput dari perhatian berbagai pihak.
Pantauan di lokasi menunjukkan, para murid terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di tengah puing-puing sampah, sisa buku pelajaran, serta infrastruktur sekolah yang rusak akibat hantaman dan rendaman lumpur banjir bandang. halaman sekolah masih dipenuhi puing-puing sisa banjir, sementara sejumlah fasilitas belajar rusak berat dan tidak dapat digunakan.
Meski berada dalam keterbatasan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Di sela-sela pembersihan halaman dan gedung sekolah, para guru tetap berupaya menjalankan proses pendidikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Para murid tampak ceria ditengah rasa pahit bencana banjir bandang, namun tetap mengikuti pelajaran dengan perlengkapan seadanya, bahkan sebagian besar hanya bisa mendengarkan penjelasan guru karena tidak memiliki alat tulis.
Sebagian besar siswa terlihat mengenakan pakaian bebas, lantaran seragam sekolah mereka rusak dan hilang akibat terendam lumpur atau terbawa arus banjir.
Salah seorang murid kelas V, Aris, pada Rabu, 21/01/2026. menuturkan bahwa dirinya tidak lagi memiliki seragam, buku, maupun alat tulis.
“Semua buku dan baju sekolah saya rusak terendam lumpur, ada juga yang terbawa arus. Sekarang belajar cuma bisa dengar saja,” ujarnya polos.
Kondisi tersebut membuat para murid sangat berharap adanya bantuan berupa seragam sekolah, alat tulis, serta buku pelajaran. Mereka juga berharap pemerintah dan relawan dapat turun langsung membantu proses pembersihan serta pemulihan sarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Sementara itu, para dewan guru yang ditemui di lokasi mengaku tetap berkomitmen menjalankan tugas mendidik, meskipun serba kekurangan. Saat ini, proses belajar dilakukan tanpa meja dan bangku, tanpa buku literasi, alat peraga, maupun fasilitas pendukung lainnya karena seluruhnya rusak akibat banjir.
“Yang terpenting anak-anak tetap belajar. Walaupun kondisi sangat terbatas, kami berusaha semaksimal mungkin,” ungkap salah seorang guru.
Menariknya, di sela-sela jam istirahat, para murid bersama guru terlihat aktif melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah tanpa mengganggu jam belajar. Semangat dan senyum pahit mereka menjadi potret keteguhan dunia pendidikan di tengah bencana, sekaligus menjadi harapan agar uluran tangan segera datang untuk masa depan anak-anak tersebut. (Alman)
Aktifitas para murid SDN 3 Baktiya ditengah puing-puing sampah dan lumpur yang sudah mengering pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. (Alman)
