Lombok Timur, NTB – Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, menginjak babak baru dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Pada hari Selasa (17/02/2026), melalui kunjungan media barsela24News.com, diketahui bahwa desa yang terletak di bawah kaki Gunung Rinjani ini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan dengan kombinasi daya tarik budaya, kerajinan lokal, dan keindahan alam yang sejuk serta nyaman.
Kepala Desa Montong Betok, Dian Asmara, S.Pd., mengungkapkan komitmen pemerintah desa untuk mengembangkan wilayahnya menjadi pusat perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. "Kami memiliki aset berharga berupa pusat kerajinan bambu, kesenian gendang blek khas Sasak, dan tempat wisata yang eksotis. Rencananya, kami akan membangun tempat wisata ekslusif dan penginapan dengan konsep 'Budaya Sasak Khas Desa Montong Betok' yang akan menjadi daya tarik utama," ujarnya.
Pusat kerajinan bambu yang berlokasi di Dusun temu Bireng menjadi salah satu tulang punggung ekonomi desa. Menggunakan bahan baku bambu tali yang memiliki kualitas lebih kuat, para pengrajin menghasilkan berbagai produk seperti anyaman terai untuk pembibitan cabe dan sayuran lain, keranjang buah, serta beragam kerajinan lainnya.
Ibu Mariani, salah satu pengerajin yang didampingi Kadus Dusun temu Bireng, Supriadi, menjelaskan produktivitas kerja mereka. "Sehari kami bisa menghabiskan 2-3 batang bambu dan menghasilkan 100-150 anyaman. Dalam periode tertentu, kami mampu membuat sekitar 4.000-5.000 terai yang kemudian dipasarkan ke seluruh wilayah Lombok bahkan Provinsi Nusa Tenggara Barat," jelasnya dengan penuh semangat.
Selain kerajinan, desa Montong Betok juga akan menyediakan paket wisata lengkap yang mencakup kopi khas Desa Montong Betok dan masakan tradisional yang dibuat dari bahan lokal segar.
Menurut Kepala Desa Dian Asmara, seluruh keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan kerajinan, kesenian, dan pariwisata akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur desa serta mendukung program kesejahteraan masyarakat. "Kami juga berkomitmen untuk memberikan kesempatan kerja bagi anak muda lokal sebagai upaya mengatasi masalah pengangguran di desa," tambahnya.
Dengan potensi alam yang melimpah dan dukungan budaya lokal yang kuat, pemerintah desa berharap mendapatkan peran serta dari pemerintah daerah dan pusat dalam pengelolaan sektor kerajinan, kesenian, dan kepariwisataan. "Kami berharap Desa Montong Betok bisa menjadi contoh desa yang mandiri dan mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh warganya," pungkasnya dengan penuh harapan.
Laporan : Maskyur Hadi
