Aceh Orphans Center for Children (AOCC) saat menyerahkan Bantuan presiden melalui Korem 011 lilawangsa kepada pengungsi di Leubok Pusaka Langkahan. (Photo : Ist)
Aceh Utara I Sepuluh kepala keluarga (KK) pengungsi yang hingga kini masih bertahan di bawah tenda darurat di kompleks SMAN 2 Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas bantuan kemanusiaan yang mereka terima.
Ucapan terima kasih tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, jajaran Kodam Iskandar Muda, Korem 011/Lilawangsa, serta Aceh Orphans Center for Children (AOCC) yang telah menyalurkan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan penting bagi para pengungsi.
Bantuan Menyentuh Kebutuhan Dasar
Bantuan yang diterima mencakup berbagai kebutuhan mendasar, mulai dari Al-Qur’an untuk menunjang ibadah dan pendidikan agama, tujuh pasang seragam sekolah bagi anak-anak pengungsi, mukena, sajadah, serta kain sarung untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, bantuan juga berupa susu untuk bayi guna memenuhi kebutuhan nutrisi balita, buku tulis untuk mendukung aktivitas belajar anak-anak, serta beras sebagai bahan pangan pokok bagi sepuluh KK yang masih menjalani kehidupan di tenda pengungsian.
Salah seorang perwakilan pengungsi menyampaikan rasa haru atas perhatian tersebut. “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dengan penuh rasa syukur, kami para pengungsi di tenda SMAN 2 Langkahan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan seluruh jajaran TNI yang telah peduli kepada kami,” ujarnya.
Menurut mereka, bantuan tersebut bukan sekadar bantuan material, tetapi juga bentuk nyata kepedulian negara terhadap rakyat kecil yang sedang tertimpa musibah. “Kami merasakan langsung kepedulian pemerintah. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk tetap bertahan dan bangkit,” tambah pengungsi lainnya.
Di tengah keterbatasan, perhatian terhadap pendidikan anak-anak menjadi hal yang sangat berarti. Seragam sekolah dan buku tulis yang diberikan membantu anak-anak tetap mengikuti proses belajar dengan layak dan penuh percaya diri meskipun dalam kondisi mengungsi.
Para pengungsi juga berharap perhatian serupa dapat diberikan kepada siswa di sekolah lain di wilayah Langkahan, khususnya SMP Negeri 4 Langkahan dan SD Negeri 8 Langkahan. Mereka menyebut masih banyak siswa yang belum memiliki seragam sekolah sehingga merasa minder dan kesulitan mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Kami berharap bantuan seragam juga dapat diberikan kepada anak-anak di SMP 4 dan SDN 8 Langkahan agar mereka bisa bersekolah dengan layak dan tidak merasa berbeda dengan teman-temannya,” ungkap salah seorang orang tua pengungsi.
Para pengungsi mendoakan agar seluruh pihak yang telah membantu mendapatkan balasan kebaikan dan keberkahan.
Mereka berharap perhatian dan bantuan kemanusiaan dapat terus berlanjut hingga para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing serta menata kembali kehidupan mereka secara mandiri.
Sementara itu, Pembina AOCC dan Yayasan Tahfidzul Quran Samudera Pasai Mulia, Teuku Badruddin Syah ZFA, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden, Pangdam Iskandar Muda, serta jajaran Korem 011/Lilawangsa atas kolaborasi kemanusiaan tersebut.
Ia menegaskan bahwa bantuan ini diharapkan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat saja, tetapi juga dilanjutkan dengan program pemulihan dan pemberdayaan agar para pengungsi dapat kembali hidup mandiri seperti sediakala.
Bantuan sosial ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan lembaga sosial dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan di Tanah Rencong, sekaligus menghadirkan harapan di tengah ujian yang masih dirasakan para pengungsi. (alman)
