H. Irfanullah SH Nilai H. Mirwan Merupakan Pemimpin Perubahan untuk Aceh Selatan yang Maju, Produktif, dan Madani

Barsela24news.com
H. Irfanullah, SH mantan Birokrat di Aceh Selatan

Aceh Selatan,- Aceh Selatan saat ini memasuki babak baru pembangunan daerah. Harapan masyarakat terhadap perubahan dan perbaikan tata kelola pemerintahan semakin besar, seiring sejak dilantiknya pasangan pemimpin baru Kabupaten Aceh Selatan periode 2025–2030, yakni H. Mirwan MS, SE, M.Sos sebagai Bupati dan H. Baital Mukadis, SE sebagai Wakil Bupati.

Di mata H. Irfanullah, SH, sosok H. Mirwan MS merupakan pemimpin yang hadir membawa semangat baru bagi daerah. Ia menilai bahwa kepemimpinan H. Mirwan bukan sekadar melanjutkan roda pemerintahan, melainkan membawa arah perubahan yang lebih jelas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

“Bagi saya, H. Mirwan MS bukan hanya seorang kepala daerah. Beliau adalah simbol harapan baru Aceh Selatan. Saya melihat beliau sebagai sosok yang tenang, tetapi tegas, sederhana, namun memiliki arah kepemimpinan yang kuat,” ungkap H. Irfanullah, SH mantan Birokrat di Aceh Selatan, kepada awak media Kamis (05/02/2026).

Menurutnya, masyarakat Aceh Selatan membutuhkan pemimpin yang bukan hanya mampu berbicara tentang perubahan, tetapi juga mampu bekerja menghadirkan perubahan itu secara nyata dalam kebijakan dan program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

“Yang kita butuhkan hari ini adalah pemimpin yang tidak sekadar menjanjikan, tetapi benar-benar menunjukkan kerja. Dan saya melihat karakter itu ada pada diri H. Mirwan MS,” tambahnya.

H. Irfanullah menilai bahwa ketika H. Mirwan MS maju bersama H. Baital Mukadis, SE, masyarakat menyaksikan hadirnya pasangan yang bukan sekadar gabungan figur, tetapi juga perpaduan visi dan energi.

Menurutnya, pasangan ini mengusung semangat perubahan yang cukup kuat, dengan tekad memperbaiki sistem pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

“Saat mencalonkan diri, semangat perubahan yang mereka bawa terasa jelas. Bukan hanya slogan. Ada niat besar untuk memperbaiki tata kelola, mempercepat pembangunan, dan menguatkan ekonomi masyarakat,” ujar H. Irfanullah.

Ia menilai bahwa visi pemerintahan “Aceh Selatan yang Maju, Produktif, dan Madani” merupakan visi yang tepat, karena mencakup tiga aspek penting: kemajuan pembangunan, kemandirian ekonomi, serta karakter sosial dan budaya yang beradab dan religius.

Dalam kesempatan itu, H. Irfanullah juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan daerah saat ini tidaklah ringan. Kondisi fiskal daerah yang belum stabil, ditambah situasi ekonomi dunia yang sedang mengalami tekanan, menuntut seluruh elemen bergerak cepat dan adaptif.

“Kita sedang berada dalam situasi yang tidak mudah. Fiskal daerah belum stabil. Ekonomi global juga sedang tidak baik-baik saja. Ini berdampak pada harga, daya beli, dan banyak sektor ekonomi masyarakat. Maka tidak ada ruang untuk kita lambat,” tegasnya.

Ia mengajak semua pihak untuk membangun kesadaran bersama bahwa perubahan tidak akan datang jika hanya mengandalkan pemerintah semata. Dibutuhkan kerja kolektif, kekompakan, serta keikhlasan semua pihak untuk berkontribusi.

“Kalau kita lambat, kita akan tertinggal. Kalau kita ragu, kesempatan akan lewat. Aceh Selatan harus bergerak cepat, dengan langkah yang terukur dan tepat sasaran,” lanjutnya.

H. Irfanullah menekankan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin berhasil bila hanya dibebankan pada satu atau dua orang pemimpin. Ia menyampaikan bahwa Aceh Selatan memiliki potensi besar, namun potensi itu hanya akan menjadi kekuatan apabila seluruh masyarakat bersatu dan berjalan dalam satu tujuan.

“Daerah yang maju bukan hanya karena pemimpinnya hebat, tetapi karena rakyatnya mau bergerak. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi kita tidak boleh berbeda tujuan. Tujuan kita satu: Aceh Selatan harus lebih baik,” katanya.

Menurutnya, semua elemen harus mengambil peran, mulai dari ASN, tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, ulama, hingga pelaku usaha.

Ia juga menegaskan pentingnya budaya gotong royong dan meninggalkan sikap saling menjatuhkan.

“Yang paling berbahaya bagi daerah bukan kemiskinan, tetapi kebiasaan menyerah dan budaya saling menyalahkan. Saatnya kita bergandengan tangan,” ucapnya.

Dalam pandangannya, semangat perubahan harus terus dijaga dan dipelihara, karena perubahan besar tidak bisa dicapai dengan kerja setengah hati.

H. Irfanullah menyampaikan pesan yang menggugah dan memberi semangat bagi seluruh masyarakat Aceh Selatan:
“Perubahan tidak dimulai dari gedung besar, tetapi dari niat baik dan kerja nyata. Aceh Selatan tidak akan maju jika hanya pemimpinnya yang bekerja, sementara rakyatnya diam. Kita semua harus bergerak.”

Ia juga menambahkan:
“Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi kita bisa membangun masa depan dengan kerja bersama. Aceh Selatan harus maju, ekonomi rakyat harus tumbuh, dan nilai-nilai kemadaniannya harus hidup.”

Sebagai bentuk dukungan sekaligus harapan, H. Irfanullah menyampaikan beberapa saran agar visi besar pemerintahan dapat tercapai dengan maksimal, di antaranya:

Memfokuskan program-program prioritas yang telah ditetapkan dalam Visi dan Misi Aceh Selatan terutama yang menyentuh kepentingan rakyat dalam pengentasan kemiskinan, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan. 

Kemudian membangun pemerintahan yang transparan dan responsif, sehingga kepercayaan publik semakin kuat. Lalu mendorong ekonomi produktif berbasis potensi daerah, seperti pertanian, perikanan, perkebunan, UMKM, dan pariwisata. 

Meningkatkan disiplin dan etos kerja birokrasi, agar pelayanan publik cepat, tepat, dan bersih. Menguatkan peran pemuda, sebagai motor inovasi dan energi pembangunan.

Di akhir penyampaiannya, H. Irfanullah, SH menegaskan keyakinannya bahwa kepemimpinan H. Mirwan MS bersama H. Baital Mukadis, SE dapat membawa Aceh Selatan menuju perubahan yang lebih baik, asalkan seluruh elemen daerah bersatu mendukung dan mengawal.

“Jika pemimpin bekerja dengan hati, dan rakyat bergerak dengan kesadaran, maka Aceh Selatan akan benar-benar menjadi Maju, Produktif, dan Madani. Mari kita jaga semangat ini, mari kita kawal perubahan ini, dan mari kita menjadi bagian dari sejarah baik Aceh Selatan,” tutupnya.

Laporan: Hartini