Bripka Agus Salim Polisi Sederhana berhati Mulia

Barsela24news.com

Lombok Timur, 23 Maret 2026 - Barsela24News.com | Sebuah kisah nyata tentang kebaikan dan kepedulian seorang polisi terhadap seorang warga terlantar. Saya, Bripka Agus Salim, masih terharu ketika mengingat momen itu. Kamis, 19 Maret, pukul 17.00 WITA, seorang lelaki bernama Abdul Rahim datang ke Polsek Pringgabaya dengan menggunakan tongkat bambu, membawa luka bakar yang parah di tubuhnya. Ia terlihat lelah, sakit, dan sendirian, tapi masih berusaha untuk berdiri tegak.

Luka itu bukan hanya luka fisik, tapi juga luka hati. Abdul Rahim, seorang penjual bakso di Dusun Semaya, Desa Pringgabaya Utara, telah mengalami kecelakaan seminggu sebelumnya, meninggalkan dia sendirian dan tanpa keluarga di Lombok. Ia telah bercerai dengan istrinya di Brebes dan tidak memiliki keluarga di sini. Ia hanya memiliki kenangan pahit tentang masa lalunya, dan kini harus berjuang untuk bertahan hidup.

Saya tidak bisa membiarkan dia sendirian dalam keadaan itu. Saya menghubungi pihak ambulans Puskesmas Pringgabaya untuk menjemputnya dan merujuknya ke RSUD Soedjono Selong. Saya menyanggupi untuk mendampinginya selama perawatan, menjadi keluarga baginya. Saya ingin memberinya harapan, memberinya kekuatan untuk terus berjuang.

Abdul Rahim menjalani operasi kulit dan kondisinya mulai membaik. Saya mengunjungi dia setiap hari, membawa makanan dan minuman, menjadi teman baginya. Saya ingin memberinya rasa nyaman, rasa bahwa ia tidak sendirian. Saya berbicara dengan dia, mendengarkan ceritanya, dan memberinya semangat untuk terus maju.

Namun, takdir berkata lain. Seminggu kemudian, kondisinya memburuk karena infeksi bakteri yang menyerang syaraf otaknya. Ia meninggal dunia pada Jumat pagi, 27 Maret. Saya dilanda kebingungan, tapi saya tidak bisa membiarkan dia sendirian dalam perjalanan terakhirnya.

Saya menghubungi mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, Pak Haji Suroto, untuk meminta bantuan. Ia menyarankan untuk menghubungi Camat Pringgabaya untuk memproses penguburan Abdul Rahim sesuai dengan alamat KTP-nya. Kami kemudian melakukan penguburan dengan bantuan masyarakat Dusun Semaya dan pihak Kecamatan Pringgabaya Utara.

Saya masih ingat momen itu, ketika kami semua bersatu untuk memberikan Abdul Rahim penghormatan terakhir. Saya melihat air mata masyarakat, saya mendengar doa-doa mereka, dan saya merasakan kebaikan yang luar biasa. Saya berharap kebaikan saya bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Karena pada akhirnya, kebaikan adalah hal yang paling berharga yang bisa kita berikan kepada orang lain. Dan Abdul Rahim, ia mungkin telah pergi, tapi kebaikannya akan selalu hidup dalam hati kita. (BR)