Mataram, 20 Maret 2026 – Terkait video yang sempat beredar di media sosial mengenai seorang anak kecil yang terkena air hangat saat pawai Ogoh-Ogoh, pihak terkait memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut merupakan insiden tidak sengaja dan telah diselesaikan secara damai melalui mediasi.
Peristiwa tersebut terjadi saat pawai Ogoh-Ogoh, di mana seorang pedagang kaki lima tanpa sengaja tersenggol sehingga air hangat yang dibawanya mengenai seorang anak bernama Aisya Nazla Putri. Menyikapi kejadian tersebut, kedua belah pihak telah melakukan mediasi di Kantor Lurah Cakra Barat pada 18 Maret 2026, yang turut dihadiri oleh pihak kelurahan dan Bhabinkamtibmas. Hasilnya, kedua pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan.
Sebagai bentuk kepedulian, Ketua Umum Aliansi Pemuda Hindu Lombok, I Nyoman Loji Sagita, didampingi panitia parade Ogoh-Ogoh Made Krisna Yuda Prasetya, mengunjungi korban di kediamannya di Ampenan. Dalam kunjungannya, panitia menyampaikan permohonan maaf secara langsung serta menyatakan kesediaan untuk membantu biaya pengobatan agar korban segera pulih.
“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Ini murni musibah yang tidak disengaja, dan kami bertanggung jawab untuk membantu proses pemulihan adik Aisya,” ujar panitia.
Hal senada juga disampaikan oleh I Gede Suadyana Putra selaku penanggung jawab STT Ogoh-Ogoh Jeruk Manis. Ia mewakili banjar menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya telah beritikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
Sementara itu, ibu korban, Siwi Utami, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan tanggung jawab dari panitia. Ia menegaskan bahwa dirinya telah memaafkan kejadian tersebut.
“Saya berterima kasih sudah datang menjenguk anak saya dan melihat langsung kondisinya. Kami sudah saling memaafkan, ini hanya kesalahpahaman. Kami anggap selesai dan tetap bersaudara. Saya juga berharap video yang beredar tidak lagi dibesar-besarkan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari DPD Prajaniti Hindu Indonesia NTB. Melalui Sekretaris DPD, I Gusti Agung Bagus Dwipayana, disampaikan bantuan dana pengobatan sebagai bentuk empati kepada korban.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan adik Aisya segera pulih. Kami juga mewakili umat menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” ucapnya.
Humas PHDI Kota Mataram
I Made sanakumara turut hadir dan menyampaikan permohonan maaf kepada korban serta menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi agar ke depan tidak terulang kembali.
“Kami berharap dari perdamaian ini terjalin silaturahmi yang baik. Kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar pelaksanaan kegiatan ke depan lebih tertib dan aman,” ujarnya.
Dengan telah tercapainya kesepakatan damai, seluruh pihak berharap masyarakat tidak lagi memperkeruh suasana dan tetap menjaga kerukunan serta toleransi antar umat beragama di Kota Mataram. (BR)
