Lombok Timur, NTB - Aparat kepolisian dari Polsek Keruak berhasil meredam potensi kerawanan dan mengamankan situasi usai terjadinya keributan yang melibatkan pemuda dari dua wilayah berbeda di Desa Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Sabtu (21/03/2026).
Insiden yang terjadi di lingkungan Bangsal Kampung Koko, Desa Tanjung Luar ini bermula dari ketidaksepahaman hasil pertandingan adu ketangkasan (panco) yang digelar pada Jumat malam (20/03/2026). Pertandingan antara Dieng melawan Irfan sempat memicu perdebatan karena hasil kemenangan yang dinilai tidak adil oleh salah satu pihak.
Ketidakpuasan tersebut kemudian memanas hingga terjadi adu mulut, yang kemudian berlanjut hingga adanya saling tantang melalui media sosial. Situasi semakin memuncak hingga pada Sabtu siang terjadi aksi tawuran yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan yang diperoleh, selain persoalan teknis pertandingan, masalah utama yang memicu emosi adalah adanya uang taruhan senilai Rp 750.000,- yang tidak diserahkan dengan benar dan diketahui telah dibawa kabur oleh pihak yang memegang uang tersebut (Aji Eko). Hal ini membuat kedua kubu saling menyalahkan dan memicu kericuhan.
Merespons cepat situasi tersebut, Kapolsek Keruak IPTU Zulkipli, S.H., langsung memimpin personil Bhabinkamtibmas dan anggota jajarannya untuk turun ke lokasi. Berkat tindakan tegas namun persuasif, situasi berhasil dikuasai dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan fisik yang parah.
Kedua Pihak Sepakat Berdamai dan Patuhi Aturan
Dalam pertemuan mediasi yang digelar, kedua belah pihak yang diwakili oleh Irwan dan Amrin akhirnya duduk bersama untuk mencari jalan tengah. Berikut adalah poin kesepakatan yang dicapai:
1. Kedua pihak sepakat untuk mengakhiri konflik dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan anarkis maupun tawuran demi menjaga kerukunan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
2. Disepakati bahwa uang taruhan yang menjadi sengketa akan dikembalikan sesuai aturan yang telah disepakati sebelumnya.
3. Kedua perwakilan bersedia bertanggung jawab penuh apabila di kemudian hari masih ada oknum yang memicu keributan kembali.
4. Jika terjadi pelanggaran ulang, kedua pihak bersedia diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kapolsek Keruak IPTU Zulkipli, S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan yang dapat meresahkan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan dan menjelang hari raya.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menyelesaikan masalah. Jangan mudah terpancing emosi dan terlibat tawuran yang hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Mari kita jaga kerukunan dan keamanan bersama agar Idul Fitri tahun ini berjalan damai dan khidmat," tegasnya.
Kasih Humas Polres Lombok Timur IPTU Lalu Rusmaladi., juga menyampaikan himbauan khusus kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama kepada para orang tua dan pemimpin muda:
"Kegiatan kompetisi atau adu ketangkasan jika dijalankan dengan baik bisa menjadi wadah untuk mengasah bakat dan mempererat tali silaturahmi antar pemuda. Namun, jika diiringi dengan taruhan dan dipicu oleh emosi yang tidak terkendali, hal itu justru bisa menjadi sumber masalah. Kami mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak muda, serta para pemuda untuk memilih wadah yang positif dan sesuai dengan nilai-nilai budaya kita" Ucapnya
"Selain itu, mari kita gunakan media sosial dengan bijak. Jangan biarkan pesan yang tidak bertanggung jawab atau tantangan yang hanya memicu konflik menyebar di dalam grup atau chat pribadi. Jika menemukan adanya potensi konflik, segera hubungi pihak berwenang atau tokoh masyarakat agar dapat diselesaikan dengan cara yang damai. Semoga kita semua dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian," Sambung Kasih Humas.
Hingga berita ini dirilis, situasi di lokasi dan wilayah Desa Pulau Maringkik telah kembali kondusif dan aman. Polsek Keruak juga akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa serta tokoh masyarakat untuk memonitor dan mencegah potensi keributan di kemudian hari.
Laporan : Bagoes
