Aceh Utara | Tak pernah mengenal lelah, itulah sosok Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, SE., MM yang akrab disapa Ayah Wa. Di tengah padatnya aktivitas pemerintahan, ia tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat, bahkan pada malam sakral seperti meugang, baik menjelang Ramadhan, Idul Fitri, maupun Idul Adha.
Pada malam meugang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Ayah Wa didampingi istri tercinta, Ny. Musliana, kembali menyantuni ribuan masyarakat di kediamannya, Kamis (19/3). Kehadiran mereka disambut antusias warga yang datang dari berbagai penjuru Aceh Utara untuk bersilaturahmi sekaligus menerima bantuan.
Momentum meugang sendiri merupakan tradisi penting masyarakat Aceh, di mana warga menyambut hari besar keagamaan dengan kebersamaan dan saling berbagi. Dalam suasana tersebut, Ayah Wa memanfaatkan kesempatan untuk hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan kebahagiaan dapat dirasakan secara merata.
Sebagai kepala daerah di wilayah yang luas, Ayah Wa tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial. Ia juga terus memantau kondisi masyarakat pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh Utara pada akhir tahun 2025 lalu. Baginya, memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi adalah prioritas utama.
Terlebih, pemerintah pusat melalui Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan sapi meugang kepada masyarakat terdampak. Dalam hal ini, Ayah Wa turun langsung untuk memastikan distribusi bantuan tersebut berjalan dengan baik dan tepat sasaran di seluruh gampong.
Salah seorang warga Tanah Jambo Aye, Alman, mengungkapkan bahwa pada sore hari menjelang meugang, Ayah Wa terlihat aktif berkeliling dari Desa ke Desa, bahkan lintas Kecamatan, untuk melakukan koordinasi dengan Camat, Geuchik, serta tokoh masyarakat. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan setiap Gampong mendapatkan bagian bantuan sapi meugang secara adil.
“Beliau benar-benar turun langsung. Dari siang sampai sore mondar-mandir, memastikan semuanya berjalan lancar,” ujar Alman.
Usai melakukan pemantauan di lapangan, Ayah Wa tidak lantas beristirahat. Ia kembali melayani masyarakat yang datang ke kediamannya hingga malam hari untuk menyerahkan santunan secara langsung. Tradisi ini, menurut warga, telah ia lakukan sejak masih menjabat sebagai anggota legislatif, baik di DPRK maupun DPR Aceh.
Sejak dipercaya memimpin Aceh Utara pada tahun 2024, Ayah Wa terus menunjukkan komitmennya sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat. Ia tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga aktif merespons berbagai keluhan masyarakat melalui berbagai kanal, termasuk media sosial.
Baginya, menjadi pemimpin bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan juga memastikan kehadiran nyata di tengah masyarakat. Semangat itulah yang terus ia tunjukkan, bahkan di momen penuh makna seperti malam meugang Idul Fitri.
Dengan dedikasi yang tak kenal waktu, Ayah Wa bersama istri tercinta menjadi contoh kepemimpinan yang mengedepankan kepedulian, kedekatan, dan pelayanan tanpa batas kepada masyarakat Aceh Utara. (alman)
