SUBULUSSALAM - Adanya insiden yang menimpa Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus dengan penyiraman air keras, dinilai telah melakukan pelanggaran HAM dan mendapatkan kecaman keras dari sejumlah kalangan, Kamis, (19/3/26).
Kali ini, kejadian itu pun disorot tajam oleh Adi, salah satu warga Kota Subulussalam, Aceh. Menurutnya, hal itu merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
Peristiwa ini dinilainya sebagai bentuk kekerasan yang sangat serius dan todak dapat dibiarkan begitu saja.
Pasalnya, peristiwa itu tidak hanya melukai Andrie Yunus, melainkan mengancam iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.
Adi berharap, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius bagi Aparat Penegak Hukum (APH) dan menegakkan hukum setegak-tegaknya.
Menurutnya, penyiraman air keras yang dialami oleh Andrie Yunus itu bukanlah tindakan kriminal biasa. Ditambahkannya, kejadian itu merupakan bentuk teror terhadap aktivis dan ancaman nyata bagi demokrasi di Indonesia.
"Jika kasus ini dibiarkan begitu saja, maka akan mengancam kebebasan berpendapat di negeri yang kita cintai ini," kata Adi.
Lanjutnya, Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjunjung tinggi Undang Undang 1945 dasarnya Pancasila. Negara hadir untuk menjamin keamanan setiap warga negara, khususnya para yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Adanya insiden yang menimpa Andrie Yunus justru dinilainya bentuk lemahnya perlindungan terhadap aktivis HAM.
Pun demikian, ia amat percaya negara pasti hadir dalam peristiwa ini dan memberikan sanksi tegas bagi para pelaku yang melanggar Undang-Undang di negara yang kita cintai bersama ini. (*)

