Penulis buku inspiratif Menolak Menyerah: Gali Potensi Diri dan Temukan Fakta Kehidupan, Hasbaini, menyerahkan langsung karyanya kepada pakar ekonomi Aceh, Raja Masbar. Foto (Ist)
Barsela24news.com - Banda Aceh | Dalam suasana hangat yang sarat makna, penulis buku inspiratif Menolak Menyerah: Gali Potensi Diri dan Temukan Fakta Kehidupan, Hasbaini, menyerahkan langsung karyanya kepada pakar ekonomi Aceh, Raja Masbar.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini bukan sekadar seremoni, melainkan pertemuan dua jiwa yang dipersatukan oleh semangat ilmu, perjuangan, dan dedikasi terhadap dunia literasi.
Penyerahan buku yang berlangsung di kediaman Prof. Masbar di Banda Aceh pada Sabtu (14/03/26) itu menjadi momen istimewa. Di baliknya tersimpan jejak perjalanan panjang, sebuah bentuk penghormatan dan rasa terima kasih penulis atas bimbingan, dukungan, serta inspirasi yang selama ini turut menguatkan langkahnya hingga karya tersebut lahir ke tangan pembaca.
Dengan penuh ketulusan, Hasbaini mengungkapkan bahwa buku ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cermin dari perjalanan hidup, pergulatan batin, dan pencarian makna yang tak selalu mudah.
Ia ingin mengajak setiap pembaca untuk berani bangkit, menggali potensi terdalam dalam diri, serta memahami bahwa di balik setiap ujian, selalu ada pelajaran berharga yang menuntun menuju kedewasaan.
“Buku ini lahir dari proses panjang refleksi diri. Saya berharap, siapa pun yang membacanya dapat menemukan kekuatan untuk tidak menyerah, tetap melangkah, dan percaya bahwa setiap orang memiliki potensi luar biasa yang sering kali tersembunyi,” tutur Hasbaini penuh harap.
Buku ini diharapkan menjadi pelita bagi mahasiswa, generasi muda, dan siapa saja yang tengah berjuang menggapai mimpi. Sebuah pengingat bahwa perjalanan hidup bukan tentang seberapa cepat kita sampai, tetapi seberapa kuat kita bertahan dan bangkit dari setiap keterpurukan.
Sementara itu, Prof. Raja Masbar menyampaikan apresiasi mendalam atas karya tersebut. Ia menilai buku ini bukan hanya sebuah tulisan, tetapi juga energi yang mampu menggerakkan semangat generasi muda untuk terus berkembang dan memberi makna bagi kehidupan.
“Saya bangga melihat lahirnya karya ini. Ini bukan hanya buku, tetapi sumber inspirasi yang mendorong anak muda untuk tidak berhenti belajar, berproses, dan berkontribusi. Karena keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kekuatan karakter dan soft skill,” ungkapnya.
Momen penyerahan buku ini menjadi simbol kuatnya ikatan emosional antara penulis dan sang guru, sekaligus bukti bahwa dunia akademik sejatinya tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga melahirkan pemikir, pejuang kata, dan inspirator yang terus menyalakan harapan bagi masyarakat luas. (*)
