Musdes BUMDes Bumi Angkasa Memanas: BPD Desak Direktur Mundur, Transparansi Dipertanyakan

Barsela24news.com
 
Barsela24news- Lombok Timur, NTB| Suasana Musyawarah Desa (Musdes) yang membahas laporan pertanggungjawaban dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumi Angkasa, Desa Lenek Lauk, Kecamatan Lenek, berlangsung alot dan memanas pada Rabu (22/4/2026).
 
Pertemuan yang dihadiri oleh Penjabat (Pj) Camat Lenek, Pj Kades Lenek Lauk, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, unsur Polmas, serta pengurus BUMDes ini digelar khusus untuk mengevaluasi kinerja dan penggunaan anggaran desa.
 
Dalam paparannya, Pj Kades Muslini mengakui adanya penurunan anggaran Dana Desa yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
 
"Dulu anggaran bisa mencapai Rp1,7 Miliar, namun saat ini hanya tersedia sekitar Rp370 Juta. Bahkan untuk insentif kader pun saat ini diambilkan dari alokasi Dana Desa," jelas Muslini.
 
Sementara itu, Pj Camat meminta agar masyarakat tidak menyamakan kondisi anggaran saat ini dengan tahun lalu karena adanya perbedaan kebijakan. Ia berharap BUMDes Bumi Angkasa bisa menjadi contoh bagi desa lain dan mengajak seluruh warga menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelaksanaan Pilkades serentak yang akan segera digelar.
 
Direktur BUMDes Bumi Angkasa, Zainudin, memaparkan bahwa kegiatan usaha desa saat ini berjalan melalui tiga bidang potensi utama, yaitu Peternakan, Pertanian, dan Perikanan, dengan sektor Peternakan sebagai andalan utama.
 
Dari total anggaran yang dikelola sebesar Rp319 Juta, seluruhnya dialokasikan untuk program penggemukan sapi dengan durasi pemeliharaan selama 4 bulan, dengan rincian sebagai berikut:
 
- Pembelian Sapi: Rp231 Juta (11 ekor @ Rp21 Juta, jenis Limosin dan Simental).
- Pakan & Konsentrat: Rp22,8 Juta.
- Sewa & Renovasi Kandang: Rp15,5 Juta.
- Peralatan Kandang: Rp7 Juta.
- Obat-obatan & Vitamin: Rp2 Juta.
- Gaji & Manajemen: Rp13 Juta.
- Biaya Rapat dan Administrasi: Rp13,3 Juta.
- Operasional & Lain-lain: Rp3 Juta (termasuk transportasi Rp1 Juta).
 
Menurut Zainudin, usaha ini sempat mengalami kendala di awal pelaksanaan pada Agustus 2025, namun kini sudah berjalan. Ia berharap usaha ini bisa menjadi maju dan berkelanjutan dengan partisipasi seluruh warga.
 
Suasana rapat berubah menjadi sangat tegang saat memasuki sesi tanya jawab. Anggota BPD, Mustakim, secara tegas menyampaikan kekecewaannya yang mendalam. Ia menilai pelaksanaan Musdes ini sangat mengecewakan karena dinilai tidak transparan.
 
"Anggarannya besar, dengan masa penggemukan selama 4 bulan, tapi progresnya tidak jelas. Kami meminta laporan jual beli sapi yang sudah digemukkan, tapi tidak pernah direalisasikan. Awalnya direktur mengaku sapi sudah dijual ke pihak ketiga dengan harga sama dengan harga beli, tapi faktanya justru mendatangkan sapi baru dengan ukuran yang lebih kecil dan jenis yang berbeda," ungkap Mustakim dengan nada tinggi.
 
Mustakim juga menyoroti adanya sisa saldo sebesar Rp9,2 Juta yang keberadaannya tidak diketahui secara jelas kemana perginya, sehingga menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab dalam laporan keuangan tersebut.
 
Anggota BPD lainnya juga meminta agar Surat Pertanggungjawaban (SPJ) disajikan dengan jelas dan rinci. Akibat ketidakjelasan data, laporan keuangan, serta adanya dana yang tidak jelas arahnya, seluruh elemen BPD secara bulat menuntut agar Direktur BUMDes Zainudin beserta jajarannya mengundurkan diri demi kebaikan bersama dan kelancaran roda ekonomi desa.
 
Merespons hal tersebut, Sekretaris Desa menginformasikan bahwa pemeriksaan dari Inspektorat Kabupaten direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang untuk mengaudit penggunaan anggaran tersebut.
 
Musdes ini pun ditutup dengan catatan keras dari masyarakat dan BPD agar manajemen BUMDes segera melakukan evaluasi diri dan memperbaiki sistem kinerja agar kepercayaan masyarakat dapat kembali pulih. 

Laporan: Bagoes