Aceh Barat - Dana Usaha Milik Gampong (BUMG) di gampong Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh barat diduga dimainkan dan habis tidak jelas oleh oknum pengurus BUMG dan aparatur desa.
pada pengurusan BUMG desa Rundeng sebelum nya juga tak ada pertanggung jawaban, dan yang pakai dana BUMG tersebut juga pengurus itu sendiri, dan bahkan di pengurusan yang baru mereka juga mendirikan kios BUMG pada tahun 2025.
"yang pakai dana BUMG ya mereka sendiri para pangurus dari masa pengurus lama, dan belum dibayar makanya banyak dana BUMG hilang tidak jelas masa pengurusan BUMG sebelumnya," kata Salah Ibu-ibu di Rundeng berinisail YM.
pada pengurusan baru mereka membuat kios BUMG pada tahun 2025 yang anggarannya kurang lebih 90 juta (uang sisa pengembalian dana BUMG oleh pemakainya)
Saat awak media tanyakan perihal ini pada warga Rundeng Said, beliau mengatakan "kios BUMG di Balai desa yg menghabiskan uang hampir 100 juta itu cuma ada beberapa bulan, kemudian hilang tak ada lagi, dan yang kelolanya pun anak dari geucik dan pihak pengurus BUMG sendiri, dan itu sudah menjadi rahasia umum di Rundeng"
Sementara itu, Ahhadda pemuda Rundeng mengatakan, "seharusnya itu saat diberikan tanggung jawab ya dijalankan, uang yg mandek pada peminjam awal di minta balek, ini rata-rata yg pakai dana BUMG datanya malah pengurus BUMG juga ada, padahal mereka pengurus juga ada insentif sekian juta, ini uang habis BUMG rugi, dapat pengurus baru juga asal buat program seperti kios BUMG, uang lenyap, kios BUMG beberapa bulan hilang, pembodohan dibuat"
di dana desa 2025 juga banyak program fikti, contoh uang untuk bidang pembinaan masyarakat dana desa 2025, itu ada uang untuk pelatih futsal dan volly, saat saya tanya kalian ada yg lati futsal 2025, mereka jawab yg sering ikut turnamen mewakili nama desa pakai uang sendiri mengatakan, "tidak pernah ada pelatih, kami latihan sendiri, sekarang ngak ada latihan lagi karena ngak ada bola dan fasilitas rusak" sedangkan ada dana menjaga prasarana olahraga yg mencapai 15 jutaan kurang lebih di tahun 2025, uang habis prasarana makin hancur.
Laporan : Muhammad Fawazul Alwi

