Diduga Akibat Korsleting Listrik, Si Jago Merah Lalap Gudang Proyek MAN IC Lombok Timur

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB – Sebuah peristiwa kebakaran terjadi pada hari Senin, 4 Mei 2026 sekira pukul 23.50 WITA di lokasi proyek pembangunan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) Lombok Timur. Kebakaran melanda bangunan gudang penyimpanan alat dan bahan milik PT. Damai Indah Utama yang beralamat di Jalan Lingkar Selatan, Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 00.39 WITA dini hari setelah tim pemadam kebakaran turun tangan.
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan dari para saksi, awal mula kejadian bermula ketika dua orang pekerja yaitu Amaq Rizal (52 Tahun) dan Amaq Agus (50 Tahun) sedang melakukan kegiatan menggoreng ikan di dapur tempat istirahat pekerja yang jaraknya sekitar 6 meter dari lokasi gudang. Saat sedang beraktivitas tersebut, kedua saksi tiba-tiba melihat kepulan asap tebal disertai nyala api yang mulai membesar di bagian gudang penyimpanan alat dan bahan proyek.
 
Melihat hal tersebut, kedua saksi segera berteriak memanggil rekan-rekan pekerja lainnya yang sedang beristirahat. Secara serentak seluruh pekerja yang ada di lokasi segera berupaya memadamkan api menggunakan sarana dan alat seadanya yang tersedia di tempat. Di saat yang bersamaan, pelaksana proyek yang bernama Abdillah (46 Tahun) segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran untuk meminta bantuan.
 
Sekira pukul 00.19 WITA, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Lombok Timur tiba di lokasi kejadian dan segera melakukan pemadaman secara intensif. Berkat kerja cepat tim damkar dan bantuan warga serta pekerja, api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya dalam waktu sekitar 20 menit kemudian.
 
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang berharga milik proyek dilalap si jago merah. Adapun rincian barang yang terbakar dan rusak di antaranya:
- Kabel NYM berbagai ukuran sebanyak 23 rol
- Cek Hammer sebanyak 2 unit
- Mesin air Shimizu 1 unit
- Aksesoris pemanjat tebing
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebanyak 2 unit
- Printer Epson 1 unit
- Semen sebanyak 5 karung
- Kipas angin 1 unit
- Bangunan gudang yang terbuat dari bahan triplek dan atap spandek rusak sekitar 30 persen.
 
Secara keseluruhan, kerugian materiil yang dialami diperkirakan mencapai nilai sekitar Rp 175.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa manusia dalam peristiwa ini. Selain itu, pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh barang yang terbakar adalah milik pihak pelaksana proyek dan tidak ada satu pun aset atau inventaris milik pihak sekolah yang ikut terbakar atau rusak.
 l
Menurut keterangan Kasihumas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting yang terjadi di salah satu terminal colokan tempat pengisian daya ponsel milik para pekerja. Gudang yang terbakar tersebut terbuat dari bahan bangunan yang mudah terbakar seperti triplek dan asbes dengan atap spandek, sehingga api dengan cepat merambat dan membesar.
 
Selanjutnya, pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2026 pukul 09.30 WITA, Kapolsek Sakra, IPTU I Nyoman Astika, SH, bersama jajaran personel dari Unit Intelijen dan Keamanan, Kanit Samapta, serta Kanit Binmas telah mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pengecekan langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
 
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Sakra menyampaikan kekecewaan sekaligus himbauan kepada pihak sekolah dan pengawas proyek. “Kami sangat menyayangkan mengapa saat kejadian kemarin tidak ada pihak yang menghubungi atau melapor ke Polsek Sakra. Padahal kami tahu banyak petugas keamanan maupun para guru di sini sudah saling mengenal dan menyimpan nomor telepon anggota kepolisian. Ke depannya saya tekankan, jika terjadi kejadian atau gangguan apa pun, segera hubungi kepolisian agar penanganan dapat dilakukan dengan lebih terkoordinasi dan maksimal,” tegas Kapolsek.
 
Merespons hal tersebut, pihak pengawas proyek menyampaikan permohonan maaf dan penjelasannya. “Saat itu kami panik sekali, Pak. Yang ada di pikiran kami hanya satu, yaitu bagaimana caranya secepat mungkin memadamkan api agar barang-barang tidak habis terbakar dan apinya tidak menjalar ke bangunan lain. Karena panik, kami hanya terpikir untuk langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten saja,” ungkapnya.
 
Sampai saat ini, pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan penanganan di antaranya:
1. Mendatangi dan melakukan pengecekan langsung di TKP.
2. Melakukan wawancara dan pemeriksaan terhadap para saksi kejadian.
3. Mengamankan barang bukti yang diperlukan untuk penyelidikan.
4. Menyusun dan membuat laporan resmi kejadian.
 
Saat ini, situasi di lokasi kejadian maupun lingkungan sekitar sekolah sudah dinyatakan aman dan kembali kondusif.
 
Laporan : Bagoes