Pemuda Sakra Timur Diamankan Warga Sakra Selatan, Kepolisian Cegah Konflik Antar Dusun yang Sempat Memanas

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB – Ketegangan sempat terjadi di wilayah Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, menyusul insiden pengamanan terhadap seorang pemuda asal Dusun Kondak, Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur oleh warga Dusun Kondak Bongkot, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, pada Jumat, 1 Mei 2026 sekira pukul 23.30 WITA. Kejadian ini memicu suasana yang sempat memanas antara kedua kelompok warga dari dusun berbeda tersebut.
 
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, awal mula kejadian bermula ketika dua orang pemuda yaitu inisial MR (19 Tahun), berstatus mahasiswa, dan ARIS (30 Tahun), pekerjaan swasta, berboncengan sepeda motor memasuki wilayah pemukiman warga Dusun Kondak Bongkot, Desa Sakra Selatan. Saat melintas, kedua pemuda tersebut diketahui mengendarai sepeda motornya dengan suara keras dan membleyer-bleyer di tengah pemukiman penduduk, sehingga dirasa sangat mengganggu kenyamanan dan ketenangan warga setempat.
 
Merasa terganggu dan tidak nyaman dengan tindakan tersebut, sejumlah warga sekitar segera keluar dan mengejar kedua pemuda tersebut. Dalam kejaran itu, satu orang penumpang yang diketahui bernama MR berhasil diamankan beserta kendaraannya, sedangkan pengemudi yang bernama ARIS dikabarkan berhasil melarikan diri dan menghilang dari lokasi.
 
Akibat kejadian ini, suasana di lokasi menjadi tegang dan kedua belah pihak yang berasal dari Dusun Kondak Desa Lepak (Sakra Timur) dan Dusun Kondak Bongkot Desa Sakra Selatan sempat saling berhadapan dan situasi terasa semakin memanas.
 
Merespons laporan yang masuk, sekira pukul 23.50 WITA, Kapolsek Sakra, IPTU I Nyoman Astika, SH, bersama personel piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Unit Intelijen dan Keamanan segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di lokasi, tim kepolisian segera bergabung dengan anggota Polsek Sakra Timur yang juga telah tiba untuk melakukan pengamanan dan menengahi situasi.
 
Dalam upaya mendinginkan suasana dan mencegah terjadinya bentrokan fisik yang lebih besar, Kapolsek Sakra segera menyampaikan himbauan serta penjelasan kepada seluruh warga yang hadir. Beliau menegaskan bahwa peristiwa ini dinilai hanyalah sebuah kesalahpahaman akibat perbedaan persepsi dan tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
 
“Kami tegaskan bahwa pemuda yang diamankan ini saat ini dalam keadaan sehat walafiat dan tidak terjadi kekerasan. Kami sampaikan juga kepada keluarga bahwa ini hanyalah kesalahpahaman semata. Apapun permasalahannya, harus diselesaikan dengan cara musyawarah dan duduk bersama, bukan dengan tindakan kekerasan atau main hakim sendiri,” tegas Kapolsek Sakra di hadapan warga.
 
Kapolsek juga mengajak seluruh warga Desa Sakra Selatan untuk terus menjaga kondusivitas wilayah dan tidak bertindak secara sepihak maupun main hakim sendiri. Beliau juga memerintahkan kepada kedua Kepala Dusun yang hadir agar segera menghimbau warga binaannya masing-masing untuk tenang, menahan diri, dan kembali ke rumah masing-masing guna meredakan ketegangan.
 
Demi menjamin keamanan dan keselamatan pemuda yang diamankan serta mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian memutuskan untuk membawa Sdr MR ke Polres Lombok Timur guna diamankan sementara. Sekira pukul 01.00 WITA, proses evakuasi berjalan lancar menggunakan kendaraan dinas Polsek Sakra dan tiba di kantor Polres dalam keadaan aman.
 
Menurut keterangan Kasihumas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, insiden ini dipicu oleh kemarahan warga setempat karena merasa terganggu dengan cara berkendara kedua pemuda tersebut yang bersuara keras di tengah pemukiman. Namun diakui bahwa perselisihan maupun gesekan antar kedua kampung ini sebenarnya sudah terjadi beberapa kali sebelumnya dan hingga saat ini belum ditemukan titik terang penyelesaian akar masalahnya oleh pemerintah desa masing-masing. Kondisi inilah yang membuat konflik mudah mencuat kembali hanya karena pemicu yang dianggap sepele.
 
Setelah adanya pendekatan dan himbauan tegas dari pihak kepolisian, situasi di lokasi perlahan kembali membaik. Hingga saat ini, kondisi sudah sepenuhnya kondusif dan warga dari kedua dusun telah membubarkan diri serta kembali ke rumah masing-masing dengan keadaan aman dan damai. Pihak kepolisian terus memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut.
 
laporan : Bagoes