Ketua TP-PKK Nagan Raya Terima Penghargaan Pelestari Tradisi Kuliner Aceh

Barsela24news.com


Banda Aceh - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Nagan Raya, Ny. Cut Inda TR. Keumangan, menerima piagam penghargaan Kabupaten/Kota Pelestari Tradisi Kuliner Aceh pada pembukaan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026.


Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua TP-PKK Aceh, Ny. Marlina Muzakir, pada pembukaan ACF 2026 yang berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).lalu 


Pembukaan ACF 2026 secara resmi dilakukan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, S.T., M.Si.


Mengusung tema “Celebrating the Authentic of Aceh Living Culinary Heritage”, ACF 2026 berlangsung hingga 14 September 2026.


Festival tersebut menjadi ruang untuk merayakan kekayaan warisan kuliner Aceh sekaligus mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), gastronomi, budaya, serta ekonomi kreatif.


Dalam kesempatan itu, Ny. Cut Inda TR. Keumangan mengatakan, keikutsertaan Nagan Raya dalam ACF 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan kuliner tradisional daerah kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.


“Melalui anjungan Nagan Raya, kami ingin memperkenalkan berbagai kuliner tradisional yang menjadi warisan masyarakat Nagan Raya,” ujarnya.


Ia menyebutkan sejumlah kuliner tradisional Nagan Raya yang ditampilkan dalam festival tersebut, di antaranya Gulee Jruek, Si Manok Bungong Kala, Reubong Engket Tho, Nicah Oen Kayee, Engket Tho, Boh Itek Jruek, Kerling, Anyang Oen Peutek, dan Acar Boh Timon.


Menurutnya, berbagai kuliner tersebut tidak hanya memiliki nilai sebagai sajian makanan, tetapi juga merepresentasikan tradisi dan identitas budaya masyarakat Nagan Raya.


“Keberadaan kuliner tradisional ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagian dari tradisi dan identitas budaya yang harus terus kita lestarikan,” katanya.


Ny. Cut Inda berharap pelestarian tradisi kuliner khas Nagan Raya dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, generasi muda, serta berbagai pihak terkait.


“Kami berharap tradisi kuliner khas daerah ini tidak berhenti hanya pada kegiatan festival, tetapi terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan begitu, kuliner tradisional Nagan Raya tetap hidup, dikenal, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.


*Kuliner Aceh Bagian dari Identitas dan Sejarah*


Sementara itu, Plt. Sekda Aceh Taufik dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan kuliner tidak sekadar berkaitan dengan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, sejarah, dan peradaban masyarakat.


“Melalui makanan, kita dapat menelusuri jejak perdagangan, perjumpaan antarbudaya, kekayaan alam, serta tradisi yang diwarisi lintas generasi,” ujar Taufik.


Menurutnya, posisi Aceh yang sejak dahulu menjadi persinggahan berbagai bangsa turut membentuk kekayaan kuliner daerah. Kekayaan tersebut tercermin dari penggunaan rempah, hasil laut dan pertanian, bahan pangan lokal, teknik memasak, hingga tradisi kenduri dan makan bersama.


Karena itu, Pemerintah Aceh menyambut baik pelaksanaan ACF 2026 yang mengangkat pentingnya menjaga keaslian warisan kuliner agar tetap dipraktikkan, dikembangkan, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


“Kita ingin dunia tidak hanya mengenal rasa masakan Aceh, tetapi juga cerita di baliknya, tentang rempah, tradisi, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang membentuknya,” katanya.


Laporan : Sukma Afrizal