Lombok Barat, NTB – Kotasi Wisata dan Transportasi Senggigi kecamatan Batu Layar mengeluarkan sikap tegas menolak rencana beroperasinya PO Sinar Jaya sebagai penyedia layanan transportasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di berbagai rute di Pulau Lombok. Rute yang direncanakan meliputi Bandara-Senggigi-Bangsal-Geopark Rinjani, Terminal Pancor-Sembalun, hingga Terminal Mandalika dengan berbagai pelabuhan di Lombok.
Penolakan ini muncul setelah informasi tentang kehadiran PO Sinar Jaya beredar dan dilakukan pertemuan khusus oleh seluruh pengurus serta anggota Kotasi Senggigi pada Jumat malam (09/01/2026) pukul 20.00 WITA. Ketua Kotasi Senggigi, H. Muhammad Tauhid, menyatakan bahwa rencana tersebut muncul tanpa koordinasi dan sosialisasi dengan pelaku usaha transportasi lokal.
"Kita khawatir pendapatan driver lokal akan turun drastis karena wisatawan dialihkan ke angkutan bersubsidi. Persaingan tidak seimbang, sementara ekonomi mikro seperti ojek, guide lokal, dan UMKM juga akan terdampak," ujarnya.
Menurut Tauhid, karakter transportasi wisata Lombok yang sudah hidup secara lokal perlu diperhatikan pemerintah, bukan hanya menerapkan kebijakan secara seragam. Wakil Ketua Kotasi, Lalu Mustiadi, menambahkan bahwa masuknya PO Sinar Jaya bukan solusi, melainkan berpotensi memicu konflik yang dapat merusak citra pariwisata Lombok.
"Kita butuhkan upaya mendatangkan lebih banyak wisatawan agar berbagi rezeki, bukan hanya penambahan armada," jelas Mustiadi.
Dari sisi hukum, Pengurus Tim Hukum Kotasi Wisata Senggigi, Rusman Khair, SS, S.H, menyoroti bahwa operasi transportasi KSPN diatur berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009, PP No. 50 Tahun 2011, dan Permenhub No. 83 Tahun 2021. Potensi masalah hukum dapat muncul jika PO Sinar Jaya tidak memenuhi perizinan, melanggar regulasi lokal, atau prosesnya tidak transparan.
Para pengurus Kotasi Wisata Senggigi berencana akan mendatangi Gubernur NTB, Lalu Iqbal, pada hari rabu (14/1/2026)untuk melakukan Audiensi/Hering menyampaikan aspirasi secara resmi guna mencegah potensi konflik sosial.
Laporan : Bagoes
Sumber : Informasi dari Kotasi Wisata dan Transportasi Senggigi
