Barsela24News.com - Lombok Utara | Kepala Kepolisian Resor Lombok Utara ( Kapolres ) Polda NTB, AKBP Agus Purwanta, S.I.K memimpin langsung pengamanan rangkaian pawai ogoh-ogoh hingga pelaksanaan Upacara Tawur Agung Kesanga dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948/2026 di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu ( 18/3 ).
Kegiatan budaya dan keagamaan yang dipusatkan di Lapangan Tioq Tata Tunaq, Tanjung, hingga berakhir di Pura Dalem Tanjung, Desa Sokong, berlangsung tertib dengan pengamanan terpadu Polres, TNI, dan pemerintah daerah. Sekitar 1.000 peserta ambil bagian, menampilkan 15 ogoh-ogoh hasil kreativitas pemuda setempat.
Bupati Lombok Utara, DR .H.Najmul Akhyar,S.H.,M.H dalam sambutannya menegaskan bahwa berdekatan waktunya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi ujian nyata bagi tingkat toleransi masyarakat.
“Pertemuan dua hari raya besar ini adalah cara Tuhan menguji harmoni kita. Saya yakin masyarakat Lombok Utara mampu menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam menjalankan ibadah masing-masing,” ujarnya saat melepas pawai ogoh-ogoh secara simbolis.
Najmul menambahkan, selama enam tahun terakhir Lombok Utara dinilai sebagai daerah dengan tingkat toleransi beragama yang tinggi. Ia meminta capaian tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperkuat di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga cerminan nilai spiritual dan sosial masyarakat. Bahkan, ke depan ogoh-ogoh berpotensi menjadi agenda wisata budaya unggulan daerah,” katanya.
Sementara itu, Kapolres AKBP Agus Purwanta,S.I.K menegaskan pendekatan pengamanan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan berbasis deteksi dini.
“Kami tidak memberi ruang terhadap potensi gangguan kamtibmas, baik di lapangan maupun di ruang digital. Provokasi sekecil apa pun akan kami antisipasi sejak awal,” katanya.
Ia menyebutkan, seluruh jajaran telah diperintahkan untuk mengintensifkan patroli, memperkuat komunikasi dengan tokoh agama, serta meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan, khususnya menjelang malam takbiran yang berdekatan dengan pelaksanaan Nyepi.
“Kondusifitas ini tidak datang dengan sendirinya. Harus dijaga bersama, dengan disiplin, kesadaran, dan tanggung jawab kolektif,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertunjukan seni, termasuk tari pendet massal, dilanjutkan pawai ogoh-ogoh yang melintasi ruas utama di Tanjung sebelum berakhir di kawasan pura. Upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar usai pawai menjadi simbol penyucian alam dan manusia sebelum umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian.
Kepolisian juga mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh isu provokatif, termasuk di media sosial, serta tetap menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah momentum dua hari besar yang berlangsung berdekatan.
Laporan : RY
