Barsela24news.com | Aceh Selatan, Jumat, 31 Juli 2026 – Dugaan perubahan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kluet yang disebut telah berlangsung hampir dua tahun memantik pertanyaan serius. Di tengah keluhan masyarakat yang terus bermunculan, hingga kini belum diketahui secara terbuka apakah pernah dilakukan pengujian laboratorium terhadap kualitas air Sungai Kluet atau kajian ilmiah yang menjelaskan penyebab perubahan tersebut.
Sorotan itu disampaikan praktisi hukum Misbar RB, S.H., yang mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Aceh Selatan agar segera mengambil langkah nyata. Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan keresahan masyarakat terus berlarut tanpa kepastian ilmiah.
"Kalau memang sungai dalam kondisi baik, buktikan melalui hasil uji laboratorium. Kalau ada indikasi pencemaran atau kerusakan lingkungan, ungkap secara terbuka. Yang tidak boleh adalah membiarkan masyarakat hidup dalam ketidakpastian," tegas Misbar.
Misbar mengungkapkan, masyarakat telah lama menyampaikan sedikitnya tiga perubahan mencolok pada DAS Kluet.
Pertama, air Sungai Kluet dilaporkan terus berwarna keruh dalam waktu yang sangat lama. Berdasarkan keterangan warga, kondisi tersebut diduga telah berlangsung hampir dua tahun dan tidak lagi dianggap sebagai fenomena musiman.
Kedua, hasil tangkapan ikan dan udang yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan masyarakat disebut terus menurun. Warga menilai ekosistem sungai tidak lagi seperti sebelumnya.
Ketiga, debit air Sungai Kluet disebut tetap tinggi meskipun wilayah tersebut sedang mengalami musim kemarau. Kondisi ini mengakibatkan abrasi dan pengikisan tebing sungai di berbagai titik, bahkan mulai mengancam lahan pertanian dan permukiman warga.
Menurut Misbar, tiga indikator tersebut sudah cukup menjadi dasar bagi DLHK untuk segera melakukan investigasi lingkungan secara menyeluruh, termasuk pengambilan sampel air, sedimentasi, dan biota sungai untuk diuji di laboratorium yang berwenang.
Ia menegaskan, apabila tidak segera dilakukan pemeriksaan, berbagai dugaan akan terus berkembang di tengah masyarakat dan justru memperburuk kepercayaan publik terhadap pengawasan lingkungan.
"DLHK jangan hanya menjadi penonton. Masyarakat menunggu tindakan, bukan sekadar menunggu laporan. Negara wajib memastikan apakah kualitas air Sungai Kluet masih memenuhi baku mutu atau justru telah mengalami penurunan. Semua itu hanya bisa dijawab melalui data ilmiah," ujarnya.
Misbar juga meminta agar pemeriksaan tidak berhenti di hilir, tetapi diperluas hingga kawasan hulu DAS Kluet untuk menelusuri seluruh aktivitas yang berpotensi memengaruhi kondisi sungai. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, ia meminta hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik dan diteruskan kepada aparat penegak hukum sesuai kewenangannya.
Menurutnya, Sungai Kluet bukan sekadar aliran air, tetapi merupakan sumber kehidupan ribuan masyarakat Aceh Selatan yang bergantung pada sektor perikanan, pertanian, dan kebutuhan air sehari-hari.
"Jangan sampai pemerintah baru bertindak ketika kerusakan sudah tidak bisa dipulihkan. Lingkungan hidup bukan hanya warisan untuk hari ini, tetapi titipan bagi generasi yang akan datang. Karena itu, uji laboratorium harus segera dilakukan agar publik memperoleh kepastian berdasarkan fakta, bukan dugaan," tutup Misbar RB.
Laporan: Hartini
