Kartini SMKN 1 Kopang yang Tegas dalam Disiplin, Lembut dalam Kasih Sayang

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Lombok Tengah NTB - Di setiap sekolah selalu ada sosok yang menjadi penjaga nilai, penuntun karakter, sekaligus tempat bersandar ketika peserta didik membutuhkan arahan. Di SMKN 1 Kopang, sosok itu adalah Dini Marlina, S.Pd. Seorang pendidik yang dikenal luas karena ketegasannya dalam membina disiplin, namun selalu menghadirkan kelembutan, kepedulian, dan kasih sayang kepada setiap peserta didik. Ketegasan dan kelembutan berpadu harmonis dalam dirinya, menjadikan beliau sosok yang dihormati sekaligus dicintai.

Lahir pada 20 Maret 1978, Dini Marlina tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat belajar. Pendidikan menengah beliau ditempuh di SMA Negeri 1 Masbagik, lulus pada tahun 1994. Kecintaannya terhadap dunia pendidikan membawanya melanjutkan studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram, angkatan 1997, hingga berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).

Dalam kehidupan keluarga, beliau menikah dengan Al-Ustaz Lalu Faqih Saeful Hadie pada 15 September 2003. Pernikahan tersebut menjadi pondasi lahirnya keluarga yang harmonis dan religius, serta dikaruniai tiga orang anak yang menjadi penyemangat dalam setiap langkah pengabdiannya sebagai pendidik.

Di SMKN 1 Kopang, Dini Marlina dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ketua Tim Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Penilai Kinerja Guru, sekaligus Guru Mata Pelajaran IPAS. Amanah tersebut dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Sebagai pemimpin bidang kesiswaan, beliau dikenal sebagai sosok yang tegas dalam menegakkan aturan, tetapi tidak pernah mengabaikan sisi kemanusiaan. Setiap pelanggaran dijadikan ruang pembelajaran, bukan sekadar pemberian hukuman. Beliau percaya bahwa disiplin yang dibangun dengan kasih sayang akan melahirkan karakter yang kuat dan bertahan sepanjang hayat.

Di hadapan peserta didik, beliau bukan hanya seorang guru, melainkan juga seorang ibu. Beliau dekat dengan peserta didiknya, mudah diajak berdiskusi, siap mendengarkan setiap keluh kesah, dan senantiasa memberikan motivasi ketika mereka menghadapi kesulitan. Ketegasan beliau membuat siswa menghormati, sedangkan perhatian dan kepeduliannya membuat mereka merasa nyaman untuk belajar dan berkembang.

Sebagai Guru IPAS, beliau tidak hanya menyampaikan teori di ruang kelas. Beliau mengajak peserta didik berpikir kritis, mencintai lingkungan, bekerja sama, dan memecahkan persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan. Baginya, pendidikan adalah proses membentuk manusia seutuhnya—cerdas dalam berpikir, luhur dalam berakhlak, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Kepercayaan yang diberikan kepada beliau sebagai Penilai Kinerja Guru menunjukkan dedikasi dan profesionalismenya dalam menjaga kualitas pendidikan. Beliau selalu mengedepankan objektivitas, semangat kolaborasi, dan budaya saling belajar demi kemajuan sekolah.

Tak heran jika banyak yang menyebut beliau sebagai Kartini SMKN 1 Kopang. Julukan itu bukan sekadar penghormatan, tetapi cerminan dari perjuangan, keteladanan, dan pengabdian beliau dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan kelembutan seorang ibu, ketegasan seorang pemimpin, dan ketulusan seorang pendidik, beliau terus menginspirasi seluruh warga sekolah untuk menjadi pribadi yang berintegritas, berprestasi, dan berkarakter.

Bagi Dini Marlina, keberhasilan seorang guru bukanlah ketika peserta didiknya hanya memperoleh nilai tinggi, melainkan ketika mereka tumbuh menjadi manusia yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Itulah warisan pendidikan yang terus beliau tanamkan dari hari ke hari melalui keteladanan nyata.

Laporan : masykurhadi