Ketika Harapan Tinggal Janji: Puluhan Tahun Terabaikan, Warga Terpaksa Tambal Sendiri Jalan Penghubung Kluet Tengah–Kluet Utara

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Aceh Selatan – Harapan masyarakat agar ruas jalan penghubung Kecamatan Kluet Tengah dan Kecamatan Kluet Utara segera diperbaiki tampaknya belum juga menjadi kenyataan. Setelah bertahun-tahun menghadapi jalan berlubang yang terus memburuk, warga akhirnya mengambil langkah yang seharusnya tidak perlu mereka lakukan: bergotong royong menambal jalan secara swadaya demi keselamatan bersama.

Pemandangan tersebut terlihat pada Sabtu (25/7/2026). Dengan membawa batu kerikil dan peralatan sederhana, masyarakat turun ke sejumlah titik kerusakan mulai dari Desa Pulo Kambing, Kampung Paya, Krueng Kluet hingga Gunung Pudung. Tanpa alat berat dan tanpa proyek pembangunan, warga berusaha menutup lubang-lubang yang selama ini menjadi ancaman bagi setiap pengendara yang melintas.

Aksi itu bukan sekadar gotong royong, melainkan potret kepedulian masyarakat yang muncul di tengah belum adanya perbaikan permanen terhadap salah satu akses vital penghubung dua kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan.

Kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan semakin parah setiap kali diguyur hujan. Lubang-lubang yang tertutup genangan air kerap mengecoh pengendara. Warga mengaku sudah berkali-kali menyaksikan pengendara kehilangan kendali saat berusaha menghindari lubang, bahkan beberapa kecelakaan telah terjadi meski belum dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

Kepala Dusun Sejahtera, Desa Pulo Kambing, Hisabudin, mengatakan penimbunan dilakukan semata-mata demi mengurangi risiko kecelakaan.

"Kerusakan jalan ini sudah lama terjadi. Saat hujan turun, lubang-lubang tertutup genangan air sehingga sulit dilihat oleh pengendara. Kami bergotong royong melakukan penimbunan karena khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan," katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan karena jalan tersebut setiap hari dilalui masyarakat dari berbagai kalangan.

Ruas jalan Kluet Tengah–Kluet Utara merupakan jalur strategis yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pemerintahan. Ratusan kendaraan melintas setiap hari, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan barang, hingga pelajar yang berangkat ke sekolah.

Pemerhati Kluet Raya, Salman Barbara, mengatakan dirinya hampir setiap hari melintasi jalan tersebut. Ia menilai kondisi yang terjadi saat ini sudah sangat memerlukan perhatian serius.

"Jalan ini merupakan penghubung utama antara Kecamatan Kluet Tengah dan Kecamatan Kluet Utara. Setiap jam dilalui ratusan kendaraan dan masyarakat. Karena itu kondisinya sangat memerlukan perhatian."

Menurut Salman, kelompok yang paling rentan terdampak adalah para pelajar.

"Yang paling memprihatinkan adalah anak-anak sekolah. Saat musim hujan, jalan dipenuhi genangan air sehingga lubang tidak terlihat. Kecelakaan sudah beberapa kali terjadi, meski sejauh ini belum menimbulkan korban jiwa. Kami berharap pemerintah tidak menunggu hingga terjadi korban jiwa baru dilakukan perbaikan."

Bagi masyarakat, penimbunan menggunakan batu kerikil hanyalah solusi darurat yang tidak akan bertahan lama. Tanpa perbaikan konstruksi secara menyeluruh, kerusakan diperkirakan akan kembali terjadi dan terus mengancam keselamatan pengguna jalan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama Pemerintah Aceh segera mengambil langkah konkret dengan melakukan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut. Infrastruktur yang layak bukan hanya menunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga merupakan bagian dari pelayanan publik yang menyangkut keselamatan masyarakat.

Konfirmasi kepada Pemerintah

Sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan, redaksi telah berupaya menghubungi Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, ST., MT., melalui sambungan telepon WhatsApp untuk meminta tanggapan terkait kondisi jalan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.

Redaksi memahami hari ini merupakan hari Sabtu atau hari libur bagi aparatur sipil negara. Karena itu, ruang konfirmasi tetap terbuka, dan redaksi akan memuat penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan maupun Dinas PUPR Aceh Selatan setelah tanggapan diterima.

Gotong royong yang dilakukan warga memang patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama. Namun di balik semangat itu tersimpan sebuah harapan yang belum terjawab: masyarakat ingin melihat solusi permanen, agar jalan penghubung Kluet Tengah–Kluet Utara benar-benar kembali aman, nyaman, dan layak dilalui, tanpa harus menunggu aksi swadaya warga setiap kali kerusakan semakin parah.

Laporan: Hartini