Barsela24news.com | Aceh Selatan – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pasien atas terganggunya pelayanan kesehatan pada Selasa (28/7/2026).
Gangguan tersebut terjadi akibat kendala teknis pada sistem server pusat setelah dilakukan pembaruan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Akibat gangguan ini, sejumlah layanan administrasi dan proses pelayanan pasien mengalami hambatan.
Direktur RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, dr. Erizaldi, M.Kes., Sp.OG., M.H.Kes., melalui Kasubbag Humas dan Pemasaran, Ns. Hendra Liyusman, S.Kep., MKM., menjelaskan bahwa pembaruan SIMRS merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam mendukung integrasi dengan sistem digital Kementerian Kesehatan melalui Portal SatuSehat serta sistem bridging BPJS Kesehatan.
Namun, proses migrasi menuju sistem baru menghadapi kendala karena kapasitas perangkat keras (hardware) server yang tersedia dinilai tidak lagi memadai.
“Perangkat server yang kami miliki secara spesifikasi sudah tertinggal dan tidak direkomendasikan untuk menampung pemrosesan data SIMRS baru. Akibatnya, server mengalami down atau berhenti bekerja,” ungkap dr. Erizaldi.
Server Lama Tak Mampu Menahan Beban Sistem Baru
Menurut pihak rumah sakit, aplikasi SIMRS baru memiliki kapasitas dan tingkat kompleksitas yang lebih besar dibanding sistem sebelumnya yang telah digunakan sejak 2024.
Beban transaksi yang meningkat secara bersamaan menyebabkan server mengalami kegagalan dalam memproses data pelayanan.
Dampak yang dirasakan antara lain:
• Proses pencarian data pasien terganggu
• Transaksi pelayanan mengalami keterlambatan
• Proses penerbitan jaminan BPJS Kesehatan terhambat
• Distribusi data ke berbagai unit layanan tidak berjalan optimal, mulai dari pendaftaran, poliklinik, apotek, rawat inap hingga unit penunjang lainnya
Upaya Pemulihan Dilakukan, Namun Server Kembali Tumbang
Tim teknis RSUD dr. H. Yuliddin Away telah melakukan berbagai langkah pemulihan, termasuk restart database server dan menjalankan helper database secara berulang.
Namun upaya tersebut hanya mampu membuat sistem kembali berjalan sementara. Setelah melayani kurang dari 30 pasien, server kembali mengalami gangguan.
Selain persoalan kapasitas perangkat, manajemen rumah sakit juga menyebut adanya gangguan jaringan internet yang turut memperburuk kondisi pelayanan.
Manajemen Janji Percepat Perbaikan Infrastruktur
Manajemen RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan memastikan pihaknya terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
“Direktur beserta seluruh manajemen memohon pengertian dan pemakluman dari masyarakat serta semua pihak. Kami terus berupaya maksimal agar permasalahan sistem dan infrastruktur ini segera teratasi,” ujar Erizaldi.
Gangguan sistem digital di rumah sakit menjadi perhatian serius karena menyangkut pelayanan publik dan akses pasien terhadap layanan kesehatan.
Perbaikan infrastruktur teknologi informasi menjadi salah satu faktor penting agar transformasi digital pelayanan kesehatan tidak menghambat kebutuhan masyarakat.
Laporan: Hartini
